SENIN , 22 OKTOBER 2018

Ejekan Berujung Perkelahian Di Kampus

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 22 September 2012 10:05

BONE – Akibat tidak menerima perlakuan seniornya di kampus yang sering mengejeknya, US, salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone, berkelahi dengan seniornya, BA. Perkelahian mahasiswa antar senior dan junior STAIN Watampone terjadi, Kamis (19/9) sore lalu.

Kejadian ini, berawal saat Stain Watampone sedang melakukan acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Gedung Pusat Kegiatan Watampone. Ketika itu, US dalam keadaan mabuk mendatangi BR untuk meluapkan dendam yang telah lama dipendamnya. Pasalnya, BR kerap menyindir US.

US bersama dua rekannya mendatangi BR yang hendak pulang, dan langsung menariknya dari tangga gedung. Ketika itu, ketiga pelaku  kemudian mengeroyok seniornya tersebut.

Kejadian ini berlangsung singkat karena sejumlah rekan BR yang melihat kejadian itu langsung membantu hingga terjadilah keributan antar mahasiswa karena US yang hendak dikeroyok langsung diamankan oleh sejumlah rekan seorganisasi mahasiswanya.

Aksi perkelahian mahasiswa ini kemudian dilerai oleh satuan pengamanan kampus Stain Watampone dan Pembantu Ketua III, Dr A Farid. Kedua mahasiswa tersebut dipanggil masuk ke dalam Kantor Jurusan Syariah dan Tarbiyah Stain Watampone dan diadu kembali.

Pada saat di dalam kantor itulah US mengeluarkan sebilah pisau dapur dan berusaha menyerang BR, namun BR kemudian lari keluar dari dalam kantor dan menyampaikan kepada wartawan tentang peristiwa yang terjadi di dalam kantor. “Kami berkelahi di dalam namun dia mengeluarkan pisau, jadi saya kabur,” ungkap BR.

Pembantu Ketua III, Dr A Farid, saat dikonfirmasi, membantah jika pihaknya menyelesaikan permasalahan itu dengan mengadu kembali mahasiswanya.

Menurutnya, kedua mahasiswa diajak masuk kantor untuk didamaikan namun keduanya tetap ngotot untuk berkelahi. Karena ketika itu yang berada dalam kantor cuman dirinya seorang sehingga ia tidak mampu melerai perkelahian saat di dalam kantor.

“Kami telah menyerahkan permasalahan ini ke pihak yang berwajib sehingga kampus dapat aman,” jelasnya.

Sejumlah angkatan BR yang masih berada dalam kampus tidak terima dengan perbuatan US, hingga mengejar US yang berusaha meninggalkan kampus melalui jalan pematang sawah yang berada di belakang kampus.

US yang bersembunyi di dalam stadion langsung diamankan pihak kepolisian, dan digiring ke Mapolsek Tanete Riattang untuk dimintai keterangannya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota/Urban Taneteriattang, Kompol Ali Syahban, Jumat (21/9) kemarin, membenarkan adanya mahasiswa STAIN Watampone yang diamankan untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

“Iya memang ada mahasiswa yang kami amankan, untuk sementara kita masih minta keterangannya,” ujar Ali Syahban. (k19/dj/D)


Tag
div>