MINGGU , 22 JULI 2018

Ekonom Nilai Industri Jepang Kurang Kreatif

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 05 Februari 2016 11:17

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Para pekerja dikejutkan dengan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diajukan oleh dua perusahaan besar. Pasalnya, PT Panasonic Lighting di Cikarang, Jawa Barat dan Pasuruan Jawa timur serta PT Toshiba Indonesia di Cikarang melakukan PHK pada ribuan karyawannya. Pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan lantaran adanya penutupan usaha yang rencananya akan dilakukan perusahaan asal Jepang tersebut.

Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Marsuki DEA menilai, kondisi tersebut dapat ditinjau dari dua sisi. Menurutnya, hal tersebut sebagai akibat persoalan yang dihadapi merk di Indonesia yang tidak kondunsif dengan berbagai hal yang dihadapinya, terutama menurunnya permintaan produk-produk Jepang dibanding poroduk-produk negera lainnya, terutama Korea dan China.

“Kemampuan produk-produk negara tersebut hadir dengan kualitas yang semakin baik dan inovatif serta harganya lebih murah. Selain itu, karena dukungan regulasi-regulasi pemerintah kita juga merepotkan mereka terutama dengan adanya beberapa paket kebijakan yg telah dikeluarkan yang ternyata berdampak negatif sehingga kemampuan daya beli konsumen mengalami pelemahan,” bebernya, Jumat (5/2).

Dari sisi negara Jepang sendiri, lanjutnya, dengan kecepatan perkembangan teknologi Korea dan Cina, mereka bisa menjual dengan harga murah, sehingga Jepang tidak mampu bersaing di pasar teknologi.

“Hal tersebut tentunya disebabkan banyak faktor. Antara lain, karena prinsip budaya harmonisasi keputusan yang membuat inovasi lambat, juga karena persoalan senioritas yang kaku, sehingga para pemudanya kurang termotivasi menemukan hal-hal baru. Termasuk sekarang ini, lebih dari setengah penduduk Jepang orang tua yang sudah memberatkan generasi baru,” terangnya.

Terlebih lagi disaat yang sama, kata dia, banyak pemuda-pemudanya yang hidup bergaya hedonist modern dan individualis, sehingga inovasi-inovasi baru teknologinya pun tidak terbangun dengan benar, jadinya tertinggal dari produk-produk negara Korea dan China.


Tag
  • phk
  •  
    div>