MINGGU , 27 MEI 2018

Ekonomi Sulsel Diprediksi 7,8 Persen di 2018

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 13 Desember 2017 12:25
Ekonomi Sulsel Diprediksi 7,8 Persen di 2018

Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahma. ist

– Pemprov Optimistis Capai Target RPJMD

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertumbuhan ekonomi Sulsel dalam delapan tahun terakhir selalu berada di atas rata-rata nasional. Hingga akhir tahun 2017 nanti, diharapkan ekonomi Sulsel berada di angka 7,6 persen, dan mencapai 7,8 persen pada tahun 2018 mendatang. Hal tersebut juga akan menjadi indikator, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tercapai di tahun 2018.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman, mengungkapkan, secara sektoral hingga akhir tahun 2017, meningkatnya pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja sektor primer dan tersier yang semakin membaik.

Pertumbuhan ekonomi ditopang dengan konsumsi swasta yang kuat, peningkatan konsumsi pemerintah atau penyerapan belanja pemerintah khususnya realisasi belanja modal terhadap pembangunan infrastruktur, serta peningkatan ekspor dan terkendalinya inflasi.

“Semakin kuatnya koordinasi kebijakan pemerintah dalam mengatasi sejumlah resiko inflasi, dapat mendorong stabilnya pertumbuhan ekonomi Sulsel hingga akhir tahun 2017,” jelas Jufri Rahman, Selasa (12/12) kemarin.

Mantan Penjabat Bupati Tana Toraja itu mengharapkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel dapat menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan, yang berkorelasi positif dalam menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 8,24 persen, dan tingkat pengangguran menjadi 4,6 persen. Meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat menjadi Rp 55 juta sesuai target indikator makro pembangunan Sulsel dalam Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2018.

Selain itu, momentum pertumbuhan harus sesuai kebijakan dan prioritas target akhir RPJMD. Khususnya sektor utama yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel. Diantaranya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Disamping mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan sektor pariwisata dan pengembangan kepariwisataan di Sulsel.

“Agar pariwisata semakin menarik, tercermin dari jumlah wisatawan asing yang semakin meningkat. Pengembangan jasa kesehatan juga dapat dijadikan potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru, karena Sulsel telah memiliki infrastruktur penunjang yang baik, yang terlihat dari jumlah sarana kesehatan di Sulsel tertinggi di Kawasan Timur Indonesia. Hilirisasi produk diharapkan menjadi salah satu potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” paparnya.

Kebijakan dan program pemerintah daerah untuk menjaga nomentum pertumbuhan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2018, lanjut Jufri, pihaknya tetap fokus pada kebijakan dan program prioriras pembangunan yang digariskan dalam RPJMD. Seperti bantuan lima juta paket bibit pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan. Begitupun dengan program prioritas pembangunan. Antara lain, program peningkatan produksi tanaman pangan.

Ada juga program-program penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian, program peningkatan produksi hasil peternakan, program peningkatan produksi, dan produktivitas tanaman perkebunan, program pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya perikanan, program peningkatan usaha kehutanan dengan komoditas unggulan yaitu padi, jagung, kakao, rumput laut, udang dan sapi.

Untuk menunjang program RPJMD tersebut, tentu membutuhkan fasilitas regulasi dengan berdampak pada pembangunan industri dan kebijakan membuka lapangan kerja baru. “Dengan program prioritas pembangunan, antara lain pengembangan industri kecil dan menengah, program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi, program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja,” lanjutnya.

Sementara, kebiajakan startegis program infrastruktur daerah dengan program prioritas pembangunan seperti Bypass Mamminasata, elevated road Maros – Bone. Program fasilitasi dan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan gedung, dengan proyek lanjutan pembangunan Wisma Negara dan Mesjid CPI, serta pembangunan Coral Center.

Program sarana dan prasarana alahraga dengan proyek lanjutan pembangunan Stadion Barombong. Program penyediaan dan pengelolaan air baku dengan proyek pembangunan Bendungan Paselloreng, Karaloe, Pamukkulu, Baliase, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, hingga revitalisasi Danau Tempe. Proyek Strategis lain yaitu pembangunan Kereta Api, serta Bandara Buntukunik.

“Tahun 2018 juga merupakan tahun pelaksanaan pilkada secara serentak. Untuk itu, kita harus menjaga stabilitas ekonomi akibat kondisi rentannya ketertiban yang dapat mempengaruhi iklim investasi,” imbuhnya.

Upaya menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, menurutnya sangat penting. Hal ini diperlukan untuk menekan pergerakan inflasi inti dan elastisitas garis kemiskinan yang didominasi oleh pengaruh kelompok tertentu, terlebih di wilayah perdesaan.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengakui, untuk realisasi program RPJMD, ada yang dicapai dan ada pula yang belum. Tapi secara umum, yang tidak dicapai bukan berarti tidak bergerak.

“Kita bisa lihat Sulsel saat ini sepuluh tahun. Jangan cuma data faktualnya yang harus dilihat dan semuanya data. Faktualnya baik, datanya tidak baik, kan sama saja,” singkatnya. (*)


div>