SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Eks Koruptor Sulit Diterima di Pilkada

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Kamis , 15 Maret 2018 12:47
Eks Koruptor Sulit Diterima di Pilkada

Dok. RakyatSulsel

*Pengamat: Butuh Kerja Ekstra Yakinkan Pemilih

MAKASSA, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat kepala daerah yang pernah terjerat kasus korupsi harus bersiap-siap menerima kritikan atau penolakan dari publik.  Pasalnya, isu korupsi bakal menjadi batu sandungan tersendiri untuk eks koruptor.

Apalagi jika ada yang menyandang sebagai status tersangka di pilkada serentak di Indonesia, mengingat korupsi merupakan “penyakit” yang banyak menjerat para kepala daerah, pejabat, politisi, maupun pimpinan di instansi pemerintahan. Sehingga isu korupsi selalu menjadi bagian perlawanan publik.

Pakar Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim menuturkan, isu korupsi dalam pelaksanaan pilkada memang menjadi hal yang cukup penting untuk dimunculkan.

“Isu korupsi memang sangat “seksi” diangkat dalam sebuah kontestasi seperti ini. Apalagi sekarang lagi ribut-ribut KPK akan mengumumkan calon kepala daerah yang korupsi,” terangnya kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Ia menjelaskan, masyarakat tentunya sudah tahu dan paham siapa figur ataupun kandidat yang pernah terjerat kasus korupsi. Sehingga tentunya hal ini akan berpengaruh ke masyarakat dalam menentukan pilihannya kelak dalam pilkada.

“Artinya, bahwa isu korupsi ini pasti akan berpengaruh ke pemilih. Terkait peluang menang eks koruptor itu sangat tergantung. Variabel yang paling menentukan menang tidaknya sangat tergantung dari figur,” papar Syahrir Karim.

Kecuali, kandidat tersebut dapat meyakinkan masyarakat bahwa apa yang pernah menjeratnya tidak akan terulang kembali. Itupun, kandidat mesti kerja ekstra untuk melakukan itu serta dalam menarik simpati masyarakat.

“Kalau figur ini bisa menarik simpati rakyat dengan prestasi dan gagasannya bisa saja akan menuai hasil maksimal di pilgub ini,” tandasnya.

Dari data yang dihimpun, hingga 2017 terdapat tujuh eks terpidana kasus korupsi yang maju di kontestasi Pilkada langsung. Enam diantaranya dinyatakan kalah.

Deretan kekalahan mantan napi diantaranya terjadi di Pilkada Limapuluh Kota Sumbar, Pilkada Sidoarjo, Pilkada Poso, Pilkada Toba Samosir, Pilkada Semarang, serta di Pilkada Dompu.

Di Sulsel, calon gubernur dari partai Golkar Nurdin Halid (NH) merupakan kandidat yang pernah terjerat kasus korupsi. Sejak tahun 2004 lalu, NH akrab dengan masalah hukum, keluar masuk bui bukanlah hal aneh bagi politisi partai Golkar ini.

Jubir NH-Aziz, Risman Pasigai menanggapi secara santai soal isu koruptor tersebut. Menurutnya isu tersebut tak boleh ditanggapi karena dianggap biasa saja. “Biasa aja,” kata Risman Pasigai, melalui selulernya.

Menurutnya, isu tersebut tak terpengaruh. Karena faktanya, saat ini masyarakat menerima kehadiran NH dengan lapang dada. Bahkan, NH kata Risman, diterima disemua kalangan. “Masyarakat sudah paham,” singkatnya. (*)


div>