SENIN , 22 OKTOBER 2018

Eks Wabup Selayar Ikutan Nyaleg

Reporter:

Iskanto

Editor:

Lukman

Rabu , 25 Juli 2018 23:30
Eks Wabup Selayar Ikutan Nyaleg

Saiful Arif

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjadi seorang anggota DPRD adalah sebuah pilihan yang didalamnya penuh tanggungjawab dan tidak dipungkiri juga memiliki keuntungan bagi legislatornya. Sehingga pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang sejumlah bacaleg muncul dari berbagai kalangan.

Seperti mantan Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif yang tidak ingin ketinggalan pada momentum pesta demokrasi lima tahunan itu. Berbekal kendaraan Partai Demokrat, Saiful Arif maju sebagai caleg DPRD Sulsel Dapil IV (Jeneponto, Bantaeng, Selayar).

Meskipun memang, awalnya ia mengaku tidak ingin lagi bergelut didunia politik setelah berdiskusi dengan beberapa kalangan. Karena memang, Saiful Arif yang merupakan tokoh masyarakat di Kabupaten Selayar ingin agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Saya kan ikut waktu pilkada Selayar periode yang lalu, tapi ternyata pak Basli yang terpilih. Setelah itu saya banyak mendapat masukan, yang pertama kelompok yang mengatakan sudahlah tidak usah ikut dalam politik tetap saja sebagai tokoh masyarakat agar bisa masuk ke semua golongan dan diharapkan semua golongan,” kata dia.

Tetapi berdasarkan pertimbangan dan konsultasi lebih lanjut, ia mengaku akan memanfaatkan pengalaman, keterampilan dan pengetahuannya selama menjabat sebagai wakil bupati untuk dapat kembali memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Apalagi, kata dia, untuk dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat adalah dengan menjadi seorang pejabat negara.

“Komunitas lain juga mengatakan semunya betul, pak Saiful itu punya pengalaman, punya pengetahuan, punya keterampilan dalam mengelola pemerintahan. Jadi tokoh masyarakat keuntungannya bisa diterima oleh semua golongan tapi pengalaman, keterampilan dan pengetahuan itu akan susah masuk dikebijakan. Setelah di diskusikan lama akhirnya, istilahnya sepintar apapun penonton itu tidak bisa menggolkan bola ke gawang,” terangnya.

Saat ditanya mengenai alasannya memilih DPRD provinsi, ia menjelaskan bahwa dengan dirinya ketika nanti terpilih akan lebih mudah memberikan masukan seputar regulasi yang ada di Sulsel. Apalagi sejumlah kewenangan di Kabupaten Kota kini diambil alih oleh provinsi.

“Kemudian saya pilih provinsi karena ini pemerintahan kan yang dulu-dulu disentralisasi, belakangan ini beberapa kewenangan ditarik ke provinsi, antara lain pendidikan menengah atas. Dan kita hanya bisa memberikan kebijakan kalau masuk dalam legislatif,” paparnya.

Disisi lain, ia ingin agar ada putra Kabupaten Selayar yang dapat menjadi seorang legislator. Karena memang, beberapa legislator DPRD Sulsel asli Selayar tidak lagi maju sebagau incumbent untuk meneruskan pembangun kesejahteraan masyarakat yang ada.

“Kemudian secara subyektif pada saat berdiskusi itu putra selayar tidak ada yang incumbent. Karena yang duduk putra selayar itu bu Ina dari Demokrat dan Hariadi Arsal dari PKS, tapi periode yang akan datang mereka tidak lanjut. Itu menjadi alasan juga kenapa saya terjun ke provinsi,” tandasnya. (*)


div>