KAMIS , 21 JUNI 2018

Eksekusi Moses Tunggu Salinan Putusan MA

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 07 Juni 2017 14:03
Eksekusi Moses Tunggu Salinan Putusan MA

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Legislator Makassar dari Partai Hanura, Mustagfir Sabry alias Moses belum juga dieksekusi pihak kejaksaan. Eksekusi tidak dilakukan lantaran putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) belum sampai ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar.

Humas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Muhammad Anzar Majid mengatakan, sampai saat ini penyerahan putusan belum dilakukan panitera Pengadilan Tipikor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

“Putusan belum diserahkan karena belum turun dari MA. Kita tunggu dulu dari MA,” ujar Anzar Majid diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (7/6).

Ia menambahkan, jika surat putusan kasasi vonis 5 tahun untuk Anggota Komisi C DPRD Makassar tersebut sudah ada, maka langsung diserahkan ke pihak Kejari Makassar.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus, Sri Surianti Malotu mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan eksekusi jika surat putusan dari MA belum diterima. Pasalnya, kata dia, surat putusan itu merupakan landasan dalam pelaksanaan eksekusi terhadap Moses.

“Kita akan tetap menunggu putusan tersebut, sembari mendesak agar putusan dapat segera didistribusikan dan tidak tertahan di pengadilan,” kata Sri Surianti.

Berdasarkan informasi, Moses kembali dijerat hukuman 5 tahun penjara usai kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Mahkamah Agus (MA) diterima.

[NEXT-RASUL]

Informasi putusan tersebut, diumumkan di website resmi milik MA. Selain hukuman 5 tahun penjara, Moses juga dihukum denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurangan penjara.

“Apabila tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan sejak putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita dan dilelang. Dalam hal tidak mempunyai harta yang mencukupi, maka diganti dengan pidana 1 tahun penjara,” ucap majelis yang terdiri dari Salman Luthan, Syamsul Rakan Chaniago dan MS Lumme yang putusannya dibacakan sejak 16 Juni 2016.

Sekadar diketahui Moses tersangkut korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang telah menyeret sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan legislatif Sulsel.

Nama Moses terseret saat dirinya mengajukan proposal atas petunjuk mantan anggota DPRD Sulsel Adil Patu untuk mendapatkan dana Bansos sebesar Rp530 juta untuk kegiatan olahraga dan sosial kemasyarakatan.

Meski demikian, saat diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Makassar, majelis hakim memberikan vonis bebas terhadap Moses. Namun, JPU mengajukan banding ke MA. (D)


div>