JUMAT , 24 NOVEMBER 2017

Ekspedisi Kota Yang Hilang Berbuntut Kutukan Mengerikan

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 10 Januari 2017 22:23
Ekspedisi Kota Yang Hilang Berbuntut Kutukan Mengerikan

int

RAKYATSULSEL.COM – Sekelompok tim penjelajah, termasuk penulis Douglas Preston, melakukan pencarian kota yang hilang di hutan hujan Mosquitia. Terletak di antara Honduras dan Nikaragua, kota yang juga disebut dengan Kota Putih tersebut ditinggalkan pada abad ke-16 setelah penduduk setempat mengira pendatang baru dari Eropa mendapatkan kutukan dari Tuhan.

Lebatnya hutan dan kawasan pegunungan Honduras membuat kota tersebut hampir tidak mungkin ditemukan dalam waktu berabad-abad. Namun, Preston, Steve Elkins, dan penyandang dana sekaligus dokumenter Bill Benenson tidak patah arang. Dengan menggunakan pesawat berteknologi laser, mereka mampu “menembus” kanopi hutan dan membikin peta menuju kota.

Mereka memulai penjelajahan hutan, melawan ular-ular berbisa, dan lingkungan yang keras. Seorang ahli hutan yang juga mantan tentara Andrew Wood, adalah anggota tim yang terkena bisa ular. ”Ular itu berhasil dibunuh Andrew namun ular itu kemudian menyemburkan bisanya kemana-mana,” kata Elkins.

Memang, mereka berhasil menemukan kota tersebut. Prestasi mereka mendapatkan penghargaan dari Presiden Honduras dan penduduk lokal. ”Antara dibuat oleh manusia atau siapa pun di luar sana, mereka melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kenang Benenson mengenai kota tersebut seperti dilansir Daily Mail.

Namun, ada juga masyarakat setempat yang mengingatkan kalau tim penjelajah sudah melanggar kesucian kota. Dan, mengambil barang-barang yang ada di kota tersebut adalah hal yang tidak boleh dilakukan meski atas nama pengetahuan. Bila itu dilakukan penjelajah bakal mendapatkan kutukan.
[NEXT-RASUL]
Mungkin bagi masyarakat Barat yang lebih percaya pada fakta dari pada mitos, pernyataan itu tidak terlalu dipedulikan. Namun, apa yang dikatakan mereka sepertinya benar.

Setelah penjelajahan selesai, separo anggota tim terinfeksi penyakit mengerikan, Leishmaniasis. Itu adalah parasit yang disebarkan oleh lalat pasir yang melemahkan sistem pertahanan tubuh. ”Parasit itu bermigrasi ke membran mukosa mulut dan hidung Anda. Mereka memakan membran tersebut,” kata Preston.

”Hidung, bibir, dan bahkan semua bagian wajah Anda akan lepas. Dan wajah Anda bakal terbuka karena luka-luka itu,” sambungnya. Elkins dan Benenson berhasil sembuh dari infeksi. Tetapi, separo lain belum beruntung.

Mereka masih menjalani perawatan. Tidak hanya itu, efek samping pengobatan juga melemahkan anggota tim. Ancaman penyakit itu dan bahayanya hutan hujan membuat pihaknya tidak berniat melanjutkan penjelajahan. ”Terlalu berbahaya. Masuk dan keluar sama-sama berbahayanya,” tegas Preston yang menuliskan pengalaman mereka dalam buku The Lost City of the Monkey God.(/tia)


div>