Sabtu, 25 Maret 2017

Ekspedisi Kota Yang Hilang Berbuntut Kutukan Mengerikan

Selasa , 10 Januari 2017 22:23
Penulis :
Editor   : Dhedy
RAKYATSULSEL.COM - Sekelompok tim penjelajah, termasuk penulis Douglas Preston, melakukan pencarian kota yang hilang di hutan hujan Mosquitia. Terletak di antara Honduras dan Nikaragua, kota yang juga disebut dengan Kota Putih tersebut ditinggalkan pada abad ke-16 setelah penduduk setempat mengira pendatang baru dari Eropa mendapatkan kutukan dari Tuhan.

Lebatnya hutan dan kawasan pegunungan Honduras membuat kota tersebut hampir tidak mungkin ditemukan dalam waktu berabad-abad. Namun, Preston, Steve Elkins, dan penyandang dana sekaligus dokumenter Bill Benenson tidak patah arang. Dengan menggunakan pesawat berteknologi laser, mereka mampu “menembus” kanopi hutan dan membikin peta menuju kota.

Mereka memulai penjelajahan hutan, melawan ular-ular berbisa, dan lingkungan yang keras. Seorang ahli hutan yang juga mantan tentara Andrew Wood, adalah anggota tim yang terkena bisa ular. ”Ular itu berhasil dibunuh Andrew namun ular itu kemudian menyemburkan bisanya kemana-mana,” kata Elkins.

Memang, mereka berhasil menemukan kota tersebut. Prestasi mereka mendapatkan penghargaan dari Presiden Honduras dan penduduk lokal. ”Antara dibuat oleh manusia atau siapa pun di luar sana, mereka melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kenang Benenson mengenai kota tersebut seperti dilansir Daily Mail.

Namun, ada juga masyarakat setempat yang mengingatkan kalau tim penjelajah sudah melanggar kesucian kota. Dan, mengambil barang-barang yang ada di kota tersebut adalah hal yang tidak boleh dilakukan meski atas nama pengetahuan. Bila itu dilakukan penjelajah bakal mendapatkan kutukan.