SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Ekspor Kepiting Bertelur Kini Dilegalkan

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Selasa , 26 Desember 2017 11:10
Ekspor Kepiting Bertelur Kini Dilegalkan

int

RAKYATSULSEL.COM– Pihak yang selama ini kucing-kucingan dengan aparat penegak hukum mengekspor kepiting bertelur ke Malaysia, sejak 15 Desember tak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Namun, tetap harus melaui proses yang legal.

Sebab, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/2016, penjualan kepiting bertelur diperbolehkan alias legal. Kelonggaran ini diberlakukan pemerintah hingga 5 Februari.

Namun di Permen KP 56/2016 itu, kata Kepala Karantina Perikanan dan Kelautan Tarakan Sab Setiawan, kepiting bertelur yang boleh diperjualbelikan beratnya minimal 200 gram per ekor. Aturan sebelumnya hanya memperbolehkan minimal 350 gram.

“Untuk kepiting bertelur sudah boleh diekspor dalam jangka waktu 1,5 bulan sampai 5 Februari setiap tahunnya selama aturan ini masih berlaku,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Group RakyatSulsel).
 

Menurut Sab Setiawan, masih banyak pengusaha yang belum mengetahui kalau di dua bulan ini diizinkan mengekspor kepiting bertelur. Karena itu, pihaknya bersama instansi terkait akan mensosialisasikan aturan ini agar bisa dipahami pengusaha.

Adapun soal harga, menurut Sab Setiawan, mudah berubah dengan mempertimbangkan ketahanan kepiting, serta akses yang digunakan. Mengingat, kepiting hanya bisa bertahan hidup kurang lebih 24 jam di dalam boks.

Namun, harga jual ke Tawau masih lebih mahal, karena jarak tempuhnya yang dekat dan tidak memakan waktu lama jika dibandingkan tujuan Jakarta lalu berlanjut ke Batam, Singapura serta Tiongkok.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tarakan Husna Ersant Dirgantara membenarkan diperbolehkannya ekspor kepiting bertelur di bulan ini sampai Februari tahun depan.

“Silakan kalian eksploitasi. Tapi, setelah itu biarkan berkembang lagi, karena satu kepiting bertelur bisa menghasilkan jutaan ekor,” katanya.

Namun, dia mengaku belum menerima data pengiriman untuk kepiting bertelur ini. Padahal, inilah waktu yang tepat karena mendekati perayaan Imlek. Perkiraan Ersant, tahun lalu pengiriman kepiting betina pada masa ekspor lumayan banyak. Dia berharap tahun ini bisa lebih banyak dari sebelumnya.

(fab/JPC)


div>