KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Elevasi Bili-Bili Masih Normal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 15 September 2012 09:46
Elevasi Bili-Bili Masih Normal

ELEVASI BILIBILI: Bendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa mengalami elevasi sekitar 85,4 meter sebulan terakhir.

ELEVASI BILIBILI: Bendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa mengalami elevasi sekitar 85,4 meter sebulan terakhir.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Sejumlah daerah di Kabupaten Gowa kekurangan air pada musim kemarau saat ini. Bukan hanya sumur penduduk yang kekeringan, bahkan elevasi (genangan) di Bendungan Bilibili, Kecamatan Parangloe, Gowa juga mengalami penyusustan. Berdasarkan data dari Balai Besar wilayah Sungai Ponpengan Je’neberang (BBWSPJ) Sulselbar, saat ini tingkat elevasi air di waduk terbesar di Indonesia Timur tersebut  mencapai 85,4 meter.

Guna mengantisipasi kekurangan air akibat kemarau tersebut, air yang dikeluarkan (outflow) dari Bendungan tersebut dibatasi. “Air yang  kita keluarkan dari bendungan hanya sebesar 15 meter kubik per detik dari beberapa hari sebelumnya sebesar 20 meter kubik per detik,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengendalian Sedimen Bawakaraeng pada BBWSPJ Sulselbar, Dani saat dihubungi ponselnya kemarin.

Pembatasan pengeluaran air  dari bendungan yang dibangun awal tahun 90-an tersebut, kata dia, tidak dilakukan secara sepihak. Namun menurutnya, hal itu tetap dikooordinasikan dengan pihak PLTA serta dengan mempertimbangkan kebutuhan air irigasi sudah menurun karena area persawahan yang mendapat suplay air cukup besar yaitu jaringan irigasi Kampili  dan Bissua sudah panen.

Dia menegaskan, meski tingkat elevasi di Bendungan Bilibili menurun, namun kondisi tersebut belum masuk kategori kritis. Disebukan, tahun lalu di tanggal dan bulan yang sama tingkat elevasi sebesar 79,00 dan outflow sebesar 9,10 meter kubik per detik. Dengan melihat data tersebut maka dengan tingkat elevasi saat ini yang mencapai 85,4 meter  maka ketersedian air di Waduk Bili-bili, dianggap masih aman,” katanya.

Hasil pantauan di lapangan, tingkat elevasi air di bendungan Bili-bili memang terus menyusut. Bahkan pada bagian sebelah timur dari waduk tersebut, tampak mulai mengering. Sehingga banyak warga setempat memanfaatkan untuk lahan pertanian.

Salah seorang warga Bujjulu Kecamatan Parangloe, Nurlinda mengaku terjadi elevasi di waduk tersebut.”Kita bisa lihat menurunnya genangan air di bendungan ini dalam sebulan terakhir ini sangat jelas, namum kami berharap hujan segera turun sehingga tidak keurangan air,” ujarnya di kediamannya, Jumat (14/9). Memang di ujung timur bendungan ini, hampir setiap tahun mengering akibat kemarau. Namun kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan sebab saat musim hujan tiba, bendungan ini kembali penuh dengan air, tambah Dg Rannu juga warga Bujjulu. (K1)


Tag
div>