RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Empat Anggota Komplotan Pencurian Mobil ini Didor Polisi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 11:39
Empat Anggota Komplotan Pencurian Mobil ini Didor Polisi

SPESIALIS MOBIL: Empat tersangka harus memakai kursi roda, karena kakinya ditembak polisi saat akan ditangkap. (FOTO-FOTO: JUMAI/RADAR JEMBER)

RAKYATSULSEL.COM – Kelompok pencurian mobil yang selama ini meresahkan warga Jember, berhasil diringkus tim Resmob Polres Jember. Empat dari para pelaku itu, tiga diantaranya ditembak polisi karena melawan saat ditangkap. Keempatnya ditangkap petugas di lokasi berbeda. Mereka adalah Yoyok Rudiansa, 33, war ga Lingkungan Kebon Indah, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Lalu Nurhasan, 36, warga Lingkungan Tumpeng, Kelurahan Tegalbesar.

Kemudian Agung Wibowo, 27, warga Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Dan Wardi, 38, warga Desa Bu luresik, Ngoro – Mojokerto. “Anggota kita terpaksa melakukan tindakan tegas (melumpuhkan tersangka de ngan tembakan), karena mereka berusaha kabur dan melawan saat akan ditang kap,” ungkap Kapolres Jember AKBP Kus woro Wibowo, didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Wijaya, di Mapolres Jember, Selasa (18/4).

Menurut Kusworo, penangkapan ini bermula dari razia yang dilakukan Polres Probolinggo pada Jumat (14/4) sekitar pukul 21.00. Saat itu, mobil yang dikemudikan salah satu tersangka terjaring da lam razia tersebut. “Saat dilakukan penggeledahan, dalam mobil ditemukan berbagai mata kunci T,” jelas Kusworo.

Saat itu juga, salah satu tersangka itu diinterogasi dan mengaku pernah melakukan pencurian mobil di wilayah Jember. Kemudian, Polres Probolinggo ber koordinasi dengan Polres Jember. Dari hasil pengembangan kasus tersebut, Tim Resmob Polres Jember akhirnya berhasil meringkus tiga tersangka lainnya. “Selain meringkus empat orang tersangka, kita juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantara nya 4 mobil masing-masing 3 pikap dan satu mobil station me rek Isuzu Panther, dan 5 buah mata kunci T,” jelas Kusworo.

Selama ini, para tersangka mencari sasaran dengan cara hunting. Biasanya, yang menjadi sasaran empuk adalah mobil yang diparkir di lokasi sepi. Dalam menjalankan aksinya, tersangka berbagi peran. Ada yang menjaga situasi dan ada bagian eksekutor. “Mobil yang dicuri, pintu dan lubang kunci mobil, itu dirusak menggunakan kunci T.

Kemudian, mobil didorong ke tempat yang sepi, dihidup kan dan langsung dibawa kabur,” kata Kusworo. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, para tersangka sudah melakukan aksi di empat TKP, di wilayah hukum Kabupaten Jember. “Namun ada kemungkinan, masih ada TKP lain yang pernah menjadi sasaran tersangka ini. Yang jelas, kita ma sih terus mendalami kasus ini sekaligus kita kembangkan,” tegas Kusworo. Menurut Kusworo, dua dari em pat tersangka itu ternyata ada lah residivis.

Tersangka Wardi, pernah mendekam di Lapas Mojokerto karena kasus pencuri an dengan kekerasan (curas). Sementara tersangka Agung, pernah mendekam di penjara karena terlibat kasus pemerasan di wilayah hukum Polres Sidoarjo. Pada kesempatan itu, Kusworo juga langsung menyerahkan mo bil yang diamankan dari tersangka, kepada pemiliknya (korban, Red). “Mobil itu kita serahkan lagi kepada pemiliknya tanpa biaya sepeser pun. Pemilik juga sudah menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan seperti STNK dan BPKB,” pungkas Kusworo.

Masih menurut Kusworo, keem pat pelaku ini sebenarnya bu kan pelaku baru. Keempat pe laku ini sebelumnya pernah ditahan dalam kasus pencurian dengan pemberatan di tiga kota yang berbeda. Keempat mobil yang diamankan diantaranya pikap T 120 SS P 88- 48 RC, pikap T120 SS P 8851 RM, mobil Isuzu Panther W 1549 NE, mobil Futura P 8952 ML, dan 5 mata kunci T.


div>