SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Empat Bandar Narkoba yang Mengancam Generasi Muda Indonesia

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 16 Juli 2017 13:50
Empat Bandar Narkoba yang Mengancam Generasi Muda Indonesia

Kepala BNN Komjen Budi Waseso

JAKARTA – Peredaran  narkoba benar-benar telah meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian dan juga Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memburu dan memberantas peredaraan gelap dari barang haram itu.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso  menegaskan, keberadaan narkoba jelas-jelas mengancam Indonesia, khususnya kalangan generasi muda.

Buwas, begitu biasa Komjen Polisi ini disapa, mengungkapkan bahwa  sebanyak 5 juta orang meninggal sia-sia karena berbagai kasus penyalahgunaan narkotika. BNN bersama pihak terkait berkewajiban menyelamatkan generasi muda dari ancama narkoba.

“Ada 5 Juta orang yang meninggal apabila ditotal di Indonesia, setiap harinya 40-50 orang. Jadi memang ada design untuk menghancurkan Indonesia melalui narkoba,” ujar Buwas kala itu saat diwawancari wartawan.

Sementara dalam catatan JawaPos.com setidaknya ada empat bandar narkoba terbesar yang pernah ditangkap kepolisian dan BNN.

1. Freddy Budiman

Freddy Budiman gembong narkoba terbesar ia pertama kali ditangkap pasa tahun 2011 silam. Saat itu dia mengimpor sekitae 1,4 juta pil ekstasi dari Tiongkok. Akbat penyelundupan narkoba itu dia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

[NEXT-RASUL]

2. Meirika Franola

Meirika Fanola tertangkap tangan pada tahun 2000 pada saat saat tertangkap tangan di Bandara Soekarno-Hatta, membawa narkoba 1,6 kg jenis heroin, dan 15 kg kokain. Rencananya Franola akan bertolak ke London, Inggris untuk mengedarkannya. Dia pun pada tahun 2012 divonis hukuman mati.

3. Fahrul Razi

Fahrul Razi ‎adalah pemilik narkoba jenis sabu sebanyak 11 kg dan 4.951 butir pil ekstasi. Dia ditangkap oleh BNN pada Maret 2015 lalu. Akhirnya Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara memvonis Fahrul Razi 15 tahun penjara.

4. Lin Ming Hui

Lin‎ Ming Hui ditengarai adalah pemilik sabu yang mencapai 1 ton. Polda Metro Jaya pada saat itu berhasil mengagalkan penyeludupan narkoba yang akan dikirimkan ke sejumlah daerah. Lin Ming Hui harus merenggang nyawa akibat timah panas diberikan oleh pihak kepolisian  saat melakukan penggrebekan. (cr2/JPG)


div>