Empat Buronan Korupsi Dicekal ke Luar Negeri

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Empat tersangka kasus korupsi yang menjadi buron di wilayah kerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, akhirnya dicekal ke luar negeri. Kejati resmi mengeluarkan surat pencekalan atas nama Rusdiyanto Indra Hasan, Riswan Marsal, Awaluddin M Hatta, dan H Taufan Ansar Nur.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin, mengungkapkan, keempat buron tersebut telah melarikan diri saat hendak dieksekusi dan dilakukan penahanan oleh jaksa sejak tahun 2016 lalu. Sehingga, keempatnya dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Untuk mencegah keempat buronan itu melarikan diri lebih jauh, kejaksaan melakukan upaya pencekalan terhadap para buronan tersebut,” ungkap Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (26/7).

Salahuddin menuturkan, pencekalan dilakukan untuk mengantisipasi agar para buronan itu tidak meninggalkan kota dan lari ke luar negeri. Selain itu, bertujuan untuk mempersempit ruang gerak keempat buronan tersebut, sehingga nantinya mudah untuk melacak keberadaan mereka.

“Keempat buronan ini sangat lihai dalam melarikan diri. Kejaksaan telah bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melacak serta mengendus keberadaan para buronan itu,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, Rusdyanto Indra Hasan merupakan salah seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan dinas operasional roda dua di Badan Ketahanan Pangan, Kabupaten Bulukumba pada tahun 2012.

Rusdiyanto berhasil melarikan diri saat akan dilakukan penahanan dalam tahap penyidikan. Sedangkan, Riswan Marsal, merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dana program Diploma III di Akper Bulukumba, tahun 2007-2010. Riswan kabur saat hendak dilakukan penahanan dalam tahap penyidikan.

[NEXT-RASUL]

Buronan lainnya, Awaluddin M Hatta, terjerat kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2013. Awaluddin berhasil melarikan diri dalam tahap penyidikan.

Sementara, H Taufan Ansar Nur, merupakan buronan yang telah berstatus terpidana. Taufan bersalah dalam kasus korupsi proyek pembangunan lods pasar Pa’baeng-baeng, dan berhasil kabur saat hendak dieksekusi. (***)