SENIN , 21 MEI 2018

Empat Dearah Jadi Sampel Percontohan KIE

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 18 Mei 2017 11:02
Empat Dearah Jadi Sampel Percontohan KIE

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (KPSPP KB) Sulsel, penyusunan percontohan model Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ketahanan dan kesejateraan keluarga di 24 kabupaten/kota.

Tahun ini Dinas KPSPP KB mengambil sampel di empat kabupaten/kota, yaitu Jeneponto, Bantaeng, Tana Toraja, dan Luwu Utara.

“Model KIE ini baku dari pusat, yang jelas kami akan bekerja sama dengan pihak lembaga masyarakat untuk melakukan pendampingan-pendampingan terhadap keluarga dalam rangka pengendalian penduduk dan keluarga sejahtera. Sementara ini kita melakukan sampel di empat daerah dengan model KIE ini,” kata Kepala Dinas KPSPP KB, Luhfie Natsir diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (18/5).

Mantan Kepala Biro Hukum dan HAM Sulsel ini, menambahkan, indokator terpilihnya empat daerah menjadi sampel itu karena dilihat dari tingkat pertumbuhan yang dinilai sangat tinggi.

“Itu kita liat berdasarkan tingkat pertumbuhan di empat daerah ini sangat tinggi. Jadi memang tingkat kelahiran yang sangat tinggi, dengan begitu akan menganggu di tingkat pendapatan, trennya seperti itu,” tuturnya.

Luthfi melanjutkan, untuk tahun 2018 mendatang, pihaknya mengupayakan akan melaksanakan model ini ke seluruh kabupaten/kota untuk pendampingan, minimal ada contoh KIE di setiap kecamatan.

“Itu kita akan kembangkan untuk 2018, kita akan lakukan di seluruh kabupaten/kota untuk melakukan pendampingan, minimal ada contoh di satu kecamatan kita adakan,” jelas Luthfi.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan KB, Fitriana menuturkan, tahun ini pihaknya baru mengambil sampel di empat kabupaten/kota karena dinas tersebut adalah Organisasi Perangkat Kerja (OPD) baru.

“Untuk tahun depan kita maksimalkan menyentuh seluruh kabupaten/kota. Sebelumnya, yang sudah kita lakukan baru Jeneponto, ketiga kabupaten itu akan berjalan lagi untuk sosialisasi dan pendampingan, bagaimana pemakaian alat kontrasepsi yang baik dan benar, penyusunan KIE dan lain sebagainya,” pungkasnya. (***)


div>