MINGGU , 27 MEI 2018

Empat Difabel Uji Adrenalin di Sungai Mata Allo

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 Desember 2017 21:45
Empat Difabel Uji Adrenalin di Sungai Mata Allo

Para penyandang disabilitas bersama para pendamping usai menaklukkan Sungai Mata Allo, Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sabtu (16/12). foto: ist for rakyatsulsel.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Empat penyandang disabilitas kembali menunjukan kemampuannya dalam kegiatan menantang. Setelah gunung, kali ini mereka uji adrenalin dalam pengarungan arus sungai dengan river tubing atau water tubing di Sungai Mata Allo, Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.

Keempatnya adalah, Jasri penyandang disabilitas atau difabel downsydrom atau grahita, Adil R (difabel netra), Agus Salim, dan Lufti (difabel daksa kinetik).

Permainan arus sungai yang merupakan bagian dari Festival Massenrempulu ini, berlangsung sejak 14-16 Desember 2017. Keempat difabel tersebut semangat mengarungi arus sungai besar di kabupaten penghasil kopi ini.

Sesuai namanya, permainan ini menggunakan ban dalam kendaraan (inner tube) roda empat untuk mengarungi arus sungai sepanjang sekira 500 meter.

Ban yang dipakai panitia pun cukup besar, yakni ukuran 1.000 milimeter. Dengan ukuran itu cukup bisa leluasa mengarahkan laju ban.

Sementara, arus tidak terlalu deras dan kedalam air cukup dangkal, menambah keseruan bagi Jusri dan kawan-kawan.

Panitia pun menyediakan mereka peralatan safety. Berupa helm dan pelampung. Masing difabel juga didampingi beberapa panitia kegiatan ini.

Lufti, yang dalam aktivitas kesehariannya ini menggunakan kaki palsu, mengaku, cukup tertantang mengarungi Sungai Mata Allo. Apalagi, dirinya baru lagi merasakan permainan air ini.

“Terakhir saya main di air waktu kecil. Sebelum kecelakaan hingga kaki saya diamputasi. Bagi difabel ini sangat luar biasa. Panitia dan teman-teman selalu menjaga keselamatan kami,” kata pemilik percetakan Ghanesa di Pasar Cakke, Enrekang ini.

Dia mencerita empat difabel yang main river tubing ini merupakan atlet pendakian Gunung Sesean pada perayaan Hari Disabilitas Dunia, 3 Desember 2017 lalu. Menurutnya, difabel ini tertantang ikut main di sungai, selain itu ingin memperlihatkan bahwa difabel bisa juga uji adrenalin di arus sungai.

Sebelumnya, panitia juga menggelar kompetisi river tubing. Ketua Panitia, Abang Hasfan, mengatakan, jenis permainan yang diperlombakan ini, yakni slalom (halang rintang), head to head (adu kecepatan), estafet, time trial (mengukur kecepatan), dan long river.

Abang mengatakan, kegiatan ini sebenarnya diwajibkan bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya saja, cuma delapan yang berpartisipasi dalam acara rangkaian Festival Messenrempulu yang pertama ini.

“Kegiatan ini diwajibkan setiap OPD Kecamatan, Desa dan Kelurahan, tapi hanya delapan yang berani arung sungai, ” kata dia, Minggu (17/12)

Delapan OPD Pemerintah Kabupaten Enrekang yang terlibat sebagai peserta ini. Seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemadam Kebakaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pengelolah Perpustakaan Daerah, Inspektorat, Kecamatan Baraka serta komunitas Marege Malua. (***)


div>