SENIN , 23 JULI 2018

Empat Korban Meninggal Karena DBD di Pangkep

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 03 Februari 2016 16:55

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang menghantui warga Kabupaten Pangkep, di mana dalam dua bulan ini terus memakan korban. Kali ini, seorang bocah 10 tahun asal Kelurahan Talaka, Ma’rang Ahmad Faqih meregang nyawa di RSUD Pangkep, Rabu (3/2) akibat DBD. Faih adalah korban meninggal keempat setelah penderita lainnya yang terlebih dahulu meninggal akibat terjangkit penyakit ini.

Kematian Faih ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Rekam Medik RSUD Pangkep, Mansyur. Dia menjelaskan, pasien dari Ma’rang tersebut meninggal pada pukul 06.00 Wita dan sempat dirawat di RSUD Pangkep selama dua hari, sejak 1 Februari lalu. Menurutnya, Faqih menjadi pasien DBD terakhir yang masuk dan meninggal di RSUD Pangkep. Sampai saat ini jumlah penderita DBD yang terdata mencapai 217 pasien dan empat di antaranya meninggal.

“Iye, pasien yang meninggal bertambah. Korban masuk Senin malam dan dirawat intensif karena diduga terkena gejala DBD. Kita belum bisa pastikan dia postif DBD karena trombositnya normal meski menunjukkan gejala seperti DBD yakni adanya bintik merah dan demam tinggi,” katanya.

“Jenazah pasien sudah dibawah ke rumah duka di Kecamatan Ma’rang. Orang tuanya sudah bawa pulang,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Indriani Latief meminta masyarakat tidak menimpakan semua kesalahan kepada dinas terkait banyaknya penderita demam berdarah dangue (DBD) dan empat di antaranya telah meninggal. Dia mengatakan jika ada kasus DBD, dinas kesehatan selalu disalahkan karena belum melakukan fogging ke tempat atau wilayah tersebut.

“Kami selalu disalahkan kalau ada kasus meninggal atau membludaknya pasien DBD di RSUD Pangkep. Kami dibilangi lamban fogging oleh masyarakat, padahal kami rutin lakukan setiap pekan. Fogging itu tidak menyelesaikan masalah, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa tidak membunuh jentiknya, kesadaran masyarakat yang paling penting,” jelas Indry.

Ia menambahkan, warga terkena DBD bisa saja karena cuaca apalagi sudah musim hujan. Karena itu, masyarakat mesti menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan sehat, dengan cara rajin menguras bak mandi atau tempat penyimpanan air, mengubur dan menutup hal yang memungkinkan ada jentik nyamuk disitu.

“Kami tidak lepas tanggungjawab untuk DBD. Kami butuh kesadaran masyarakat juga. Ini tugas kita bersama untuk mencegah beratmbahnya penderita DBD,” tegasnya.


div>