SELASA , 12 DESEMBER 2017

Empat Siswa Berprestasi Bikin Video Mesum Saat Praktikum

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 17 November 2017 17:46
Empat Siswa Berprestasi Bikin Video Mesum Saat Praktikum

int

TABANAN – Empat siswa berprestasi di salah satu SMK di Tabanan membuat video mesum saat praktikum laundry. Video berdurasi sekitar 10 detik itu membuat korbannya yang tak lain teman sekelasnya langsung shock. Sebab, video itu viral di dunia maya. Kini empat pelaku dipecat dari sekolahnya.
Pihak sekolah mengambil langkah tegas untuk memberikan efek jera kepada para siswanya yang ada dalam video berkonten pronografi berdurasi 10 detik yang viral di media sosial sejak Rabu (15/11). Empat orang siswa langsung dikembalikan kepada orang tuanya untuk dibina alias diberhentikan dari sekolah.

Hal itu pun tidak ditampik oleh I Made Arimbawa, kepala sekolah salah satu SMK di Tabanan, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu I Gede Putu Adi Putra dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan I Nyoman Budiartana, Kamis kemarin (16/11). Dirinya menjelaskan bahwa pasca video tersebut viral Rabu (15/11), pihaknya langsung memanggil siswa yang ada dalam video tersebut beserta korban. “Kita tanya kepada mereka dan hal itu murni karena keisengan mereka semata, tidak ada perencanaan sebelumnya,” ujarnya.

Adapun siswa yang dipanggil adalah siswa berinisial PU dari Kediri, RI dari Kerambitan, DE dari Tabanan dan RA dari Marga. Keempat siswa yang masih duduk ke kelas XI Jurusan Akomodasi ini ada yang memegang payudara dan tangan korban AD dari Selbar. Ada juga yang merekam kejadian tersebut dan meminta video rekaman kejadian tersebut untuk disimpan di hpnya.

Dan menurut keterangan keempat siswa ini, peristiwa itu mereka lakukan saat keempat pelaku bersama korban yang berada dalam satu kelas mengikuti praktikum laundry. Namun karena air macet, guru yang mengajar praktikum tersebut keluar kelas sebentar untuk mengecek kondisi air. Saat itulah muncul ide spontanitas untuk melakukan aksi tersebut.

“Sayangnya siswa yang menyimpan video ini tidak merasa menyebarkan video tersebut. Karena menurut mereka HP mereka sedang habis paket internetnya. Tetapi memang sempat menggunakan sambungan wifi dan saat pulang sekolah HP-nya dipinjam oleh teman-temannya di rumah,” imbuh Arimbawa.

Atas hal tersebut, Kamis pagi (16/11) pihaknya pun memanggil orang tua keempat siswa tersebut untuk menjelaskan mengenai peristiwa yang membuat korban shock berat ini. Pihak sekolah juga menjatuhkan sanksi kepada keempat siswa berupa dikembalikan kepada orang tua untuk dibina alias diberhentikan dari sekolah tersebut sesuai dengan peraturan kesiswaan yang berlaku, sekaligus untuk memberikan efek jera.

“Keempat siswa ini saat ini menjalani masa skorsing namun masih bisa mengikuti ulangan umum akhir bulan ini sampai mereka mendapatkan raport. Setelah itu mereka dipersilahkan pindah ke sekolah lain dan kami juga akan sertakan surat rekomendasi. Karena kami tetap tidak ingin merusak hak mereka untuk mendapatkan pendidikan,” paparnya.

Pihaknya sendiri tidak menyangka jika keempat siswa ini bisa melakukan hal iseng seperti itu. Karena mereka termasuk siswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Untuk korban sendiri, ditambahkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu I Gede Putu Adi Putra saat ini masih dalam keadaan shock sehingga pihak sekolah masih terus memberikan pendampingan untuk mengembalikan kondisi psikologinya.

“Saat ini korban masih shock dan merasa malu sehingga kami terus mendampingi korban agar segera pulih agar kedepannya juga memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang dialaminya,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja. Peristiwa ini nyatanya juga berefek pada rasa ingin tahu netizen terhadap sosok dalam video tersebut sehingga banyak yang mencoba mencari tahu akun instagram korban. Sayangnya akun instragram yang disebut-sebut sebagai korban ternyata adalah teman korban. Dan hal itu pun membuat siswa lainnya ikut shock. “Parahnya akun instagram yang diduga korban ternyata bukan korban. Itu akun instagram milik temannya yang memang mirip. Ini membuat siswi kami itu juga shock,” lanjutnya.

Maka dari itu pihak sekolah berharap agar video yang sudah terlanjur tersebar agar tidak di-share lagi karena akan berdampak pada psikologis korban dan permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kendatipun demikian, pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan dan terus melakukan komunikasi yang intens dengan siswanya agar menggunakan gadget untuk hal-hal positif. “Atas kejadian ini tentunya kami meminta maaf, namun kami akan meningkatkan pengawasan dan melakukan pencegahan agar kedepannya peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gede Susila mengaku sangat menyayangkan hal tersebut karena mencoreng dunia pendidikan Tabanan. “Inilah pentingnya pendidikan karakter bagi siswa, kami sendiri sudah sering menekankan hal itu saat tatap muka ataupun rapat dengan UPT, Kepala Sekolah hingga Guru, agar tidak sampai seperti ini jadinya,” tegasnya.

Maka dari itu pihaknya akan berkoordinasi dengan UPT Pendidikan Provinsi Bali di Tabanan mengingat kewenangan SMA/SMK kini ada di Provinsi.

Apakah pengawasan dari sekolah kurang? Susila mengatakan tidak. Karena menurutnya pengawasan dari sekolah sudah cukup baik, hanya saja memang siswa yang awalnya berniat bercanda namun mereka tidak tahu jika bercandaannya tersebut akan menjadi hal fatal.

“Maka dari itu kedepan kita akan terus melakukan sosialisasi untuk melakukan pencegahan bagaimana mereka bisa mempergunakan gadget dan kemajuan teknologi dengan baik,” tandasnya.


div>