RABU , 21 NOVEMBER 2018

Enam Hari Kerja di Periode Kedua TP, APBD Ditetapkan Lebih Awal

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 06 November 2018 20:50
Enam Hari Kerja di Periode Kedua TP, APBD Ditetapkan Lebih Awal

int

– Dewan Sebut Penetapan APBD TA 2019 di Parepare Tercepat di Sulsel

PAREPARE, RAKSUL.COM- Baru menjabat enam hari sebagai Wali Kota Parepare periode kedua pasca dilantik 31 Oktober 2018 lalu, Taufan Pawe yang kini berpasangan Pangerang Rahim sebagai Wakilnya, melakukan percepatan dalam penetapan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019. Bahkan, DPRD Parepare menyebut, penetapan APBD Parepare tercepat atau pertama di Sulawesi Selatan.

“Penetapan APBD TA 2019 baru saja selesai. Ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya dan mungkin kita yang pertama di Sulsel yang telah menetapkan APBD 2019,” ungkap Rahmat Sjamsu Alam, Wakil Ketua I DPRD Parepare.

Rahmat menguraikan, adapun jumlah pendapatan dalam APBD 2019 yang ditetapkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Parepare, Selasa, (6/11/2018) sebesar Rp 931,65 miliar. Jumlah pendapatan itu meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 151,9 miliar. Selanjutnya, Dana Perimbangan sebesar Rp 660,2 miliar, dan pendapatan lainnya yang sah sebesar Rp 119,5 miliar.

“Sementara belanja daerah sebesar Rp 939,8 miliar. Dari belanja daerah tersebut, belanja tidak langsung Rp 366,1 miliar, dan belanja langsung sebesar Rp 573,6 miliar. Ini artinya, belanja yang pro terhadap kesejahteraan rakyat lebih besar, dibandingkan belanja pegawai,” papar Ato sapaan Putra Mantan Wali Kota Parepare, H Sjamsu Alam ini.

Sementara, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Legislatif yang telah bekerja maksimal dalam merampungkan pembahasan rancangan Perda APBD 2019 itu.

Wali Kota, Putra kelahiran Parepare ini mengungkap proporsi anggaran belanja tidak langsung dan belanja langsung. “Perlu kami laporkan bahwa proporsi anggaran antara belanja tidak langsung dengan belanja langsung adalah 38,96 persen untuk belanja tidak langsung, dan 61,04 persen untuk belanja langsung,” ungkap Taufan.

Adapun peruntukan belanja langsung kata dia, lebih banyak untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dalam mewujudkan visi misi dalam menjadikan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap.

“Belanja langsung berkaitan langsung dengan pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, kepariwisataan dan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Parepare,” ujarnya.

DPRD dan Pemkot Parepare, lanjut Taufan, berkomitmen dalam memikirkan anggaran yang dialokasikan terhadap pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat diberi porsi yang sangat besar.

Selanjutnya, APBD TA 2019 yang disepakati tersebut akan divaluasi Pemerintah Provinsi Sulsel untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). (*)


div>