SELASA , 12 DESEMBER 2017

Enam Proyek Pemkot Dibatalkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 17 Oktober 2017 13:30
Enam Proyek Pemkot Dibatalkan

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Makassar, Baso Amiruddin. foto: ist for rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEl.COM – Enam proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar batal dilaksanakan. Antara lain, pengerjaan Puskesmas Batu menjadi Rumah Sakit dengan pagu Rp 30 miliar, Jembatan Rajawali Rp 2 miliar, Jembatan Barukang Rp 700 juta, Trotoar Rp 40 miliar, Jalan Bintang Lima Landak Rp 9,5 miliar, dan Pete-pete smart Rp 3 miliar.

Tidak hanya itu, dari 476 paket kegiatan pemkot dengan anggaran Rp 730,2 miliar, yang terserap hingga September baru sebesar Rp 341,5 miliar atau sebanyak 198 paket. Tercatat, serapan anggaran sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih rendah.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Makassar, Baso Amiruddin, menginstruksikan  kepada seluruh jajaran OPD lingkup pemkot, untuk mempercepat pengelolaan kegiatan. Sehingga, dalam pelaksanaannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya, khususnya bagi OPD yang masih mengalami keterlambatan.

“Ini sangat penting dikarenakan kita telah memasuki Triwulan IV bulan Oktober. Bagi OPD yang melaksanakan pekerjaan fisik, supaya memacu pekerjaaannya, agar tidak mengalami keterlambatan. Tentunya, dengan tetap mengacu kepada aturan perundang-undangan yang berlaku, serta tetap menjaga kualitas pekerjaaannya,” kata Baso Amiruddin, saat memberikan arahan kepada OPD dalam Rapat Evaluasi Monitoring Triwulan III Tahun Anggaran 2017, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, di Aula Sipakatau Kantor Balaikota Makassar, Senin (16/10) kemarin.

Ia berharap, usai pelaksanaan rapat monitoring, setiap OPD segera melakukan evaluasi di internal, agar seluruh staf dapat bekerja secara optimal untuk mencapai target yang diinginkan. Serta, memberikan laporan sampai sejauh mana perkembangan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Mengingat, waktu yang tersisa tinggal dua bulan lagi.

“Untuk mengantisiasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, dan menurut saudara di OPD masing-masing sulit diselesaikan tepat waktu di akhir tahun ini, agar segera dikoordinasikan dan disampaikan di forum rapat koordinasi agar secepatnya ditindak lanjuti,” pesan Baso.

Sementara, Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani, membeberkan, ada 10 OPD yang masuk dalam kategori rendah laporan realisasi belanja langsung tahun 2017. Tidak hanya Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menjadi perhatian, tetapi juga OPD lain.


div>