RABU , 12 DESEMBER 2018

Entaskan Kemiskinan, Pemkot Target Program Kotaku Rampung 2019

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Niar

Rabu , 25 April 2018 07:43
Entaskan Kemiskinan, Pemkot Target Program Kotaku Rampung 2019

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan. Sebanyak 269 Kabupaten/Kota dari 34 Provinsi di Indonesia dilibatkan dalam program ini. Untuk di Parepare sendiri, program ini memasukkan 18 kelurahan di empat Kecamatan dengan luas titik kumuh 22,34 Hektar yang target penyelesaiannya pada tahun 2019. Namun, pada tahap pertama hanya 12 titik kumuh.

Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah, Bappeda Kota Parepare, Zulkarnaen mengatakan pada tahap pertama ini, dari target 22,34 hektar titik kumuh, sudah diselesaikan 4,92 hektar.

“Dari target itu harus menjadi nol persen. Hal itu sesuai dengan program universal yakni gerakan nasional ‘100-0-100’ (100 persen akses air bersih, 0 persen kumuh dan 100 persen akses ke fasilitas sanitasi) dalam rangka mengurangi dan mencegah kumuh di kota dan pinggiran kota,” ungkap Zul, sapaan pria berkacamata ini.

Untuk mencapai nol persen kumuh memang sulit, kata dia. Namun, seluruh stakeholder yang terlibat akan berusaha keras untuk mencapai hal target tersebut.

“Target kami selesai tahun 2019. Tentunya kami membutuhkan bantuan dari semua pihak. Dari segi pendanaan juga, insyaallah tahun ini ada dua program lagi dari kotaku dengan anggaran yang lebih besar pastinya, kami tinggal menunggu SK. Jadi kami harap dengan dana yang jauh lebih besar, ke 18 titik kumuh ini bisa diselesaikan,” ungkap Zul.

Program yang dimaksud yaitu, Bantuan Dana Investasi (BDI) di sepuluh Kelurahan dan program Skala Kawasan yang menyentuh jasa dan niaga di empat kelurahan.

“Untuk skala kawasan akan dprioritaskan di kelurahan Ujung Sabbang, Kampung Pisang, Lakessi, dan Wattang Soreang. Daerah pinggir laut yang memang identik dengan jasa dan niaganya” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, luas penanganan kotaku yakni 4,92 hektar kata dia, memang belum memenuhi target karena keterbatasan anggaran.

“Kalau berdasarkan hitungan disentuh sebenarnya kami sudah menyentuh 17 hektar lebih titik kumuh. Tapi kalau berdasarkan indikator-indikator titik kumuh memang baru 4,92 hektar,” ujarnya.

Indikator yang dimaksud ada tujuh, yang pertama kondisi bangunan atau rehab rumah yang dinilai layak untuk dibenahi. Kedua, kondisi jalan seperti mempercantik lorong-lorong sehingga tidak terlihat kumuh, ketiga penyediaan air bersih, keempat kondisi drainase, kelima pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan yaitu dengan menyediakan bak sampah, dan proteksi kebakaran.

Adapun anggaran Kotaku pada tahun 2017 ini, yaitu Rp. 5.550.000.000. Dari 12 kelurahan, terdapat sembilan kelurahan yang diberikan anggaran RP. 500 juta, dan tiga kelurahan Rp. 350 juta.

“Anggaran yang digelontorkan itu, sesuai dengan kondisi wilayahnya,” tutup Zul. (MP1)


div>