MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Entry Briefing Komandan Lantamal VI

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 19 Januari 2016 16:02

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Yusup, SE MM, didampingi Ketua Korcab VI Jalasenastri Armatim Ny. Endang Yusup mengadakan tatap muka perdana (Entry Briefing) dengan seluruh Anggota Lantamal VI bertempat di Gedung Sultan Hasanuddin Mako Lantamal VI, Selasa (19/1).

Acara ini dihadiri Wadan Lantamal VI Kolonel Marinir Bambang Suryo Aji, Para Asisten Danlantamal VI, Kadis dan Kasatker serta seluruh Anggota baik Militer dan PNS Mako Lantamal VI, serta Seluruh Pengurus Korcab VI Jalasenastri Armatim.

Dalam sambutannya, Danlantamal VI menyampaikan bahwa salah satu program kerja TNI AL selain menjaga keutuhan NKRI di laut, yaitu mendukung program pemerintah yang akan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama.

Kelima pilar itu adalah :

Pilar Pertama, Pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, bangsa Indonesia harus menyadari dan melihat dirinya sebagai bangsa yang identitasnya, kemakmurannya, dan masa depannya, sangat ditentukan oleh bagaimana bentuk dalam mengelola samudera yang berada di lautan Indonesia.

Pilar Kedua adalah komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim akan digunakan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Pilar Ketiga adalah komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut dalam, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.

Pilar Keempat adalah Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. Bersama-sama kita harus menghilangkan sumber konflik di laut, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut.

Pilar Kelima adalah sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia berkewajiban membangun kekuatan pertahanan maritim. Hal ini diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

“Lantamal VI kedepan harus lebih baik, samakan visi misi kita, dan selesaikan tugas yang diembankan oleh organisasi dengan baik, agar kejayaan dapat kita raih. Laksanakan binpers fungsi komando dengan baik, dengan memperhatikan segala bentuk perhatian dari atasan ke bawahan ataupun Sebaliknya sehingga tercipta suasana kerja yang efektif dan berjalan kondusif sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan TNI AL,” tegas Danlantamal VI.

Acara ini merupakan tatap muka perdana yang dilaksanakan setiap adanya pergantian Pimpinan di organisasi TNI AL sebagai salah satu bentuk perkenalan dan silaturahmi Pemimpin kepada Seluruh Anggota khususnya di jajaran Lantamal VI.


div>