KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Erwin Aksa Jagokan SYL

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 18 Februari 2016 12:01
Erwin Aksa Jagokan SYL

int

PENULIS: SOPHAN – FAHRIL
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dukungan agar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) maju pada bursa pencalonan Ketua Umum Golkar terus mengalir. Kali ini dukungan itu datang dari Politisi Golkar Erwin Aksa.

Erwin tak lain adalah Bendahara Umum Partai Golkar pada kepemimpinan Aburizal Bakrie. Dirinya mengungkapkan, jika saat ini Golkar membutuhkan tokoh pembaharuan yang bisa mendobrak kembali suara Golkar yang terpuruk dikarenakan konflik yang terjadi.

Keponakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ini menyebutkan, figur yang cocok dan didukung untuk menduduki posisi Ketua Umum Golkar adalah Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Iya, Saya kira Pak Syahrul layak perlu dan bisa kita dorong untuk maju sebagai tokoh nasional di sana (Golkar),” ujar Erwin di sela-sela pelantikan kepala daerah, Rabu (17/2) kemarin.

Selain Syahrul, menurutnya, tokoh Sulsel lainnya yang disebut-sebut cocok untuk menjadi ketua Golkar adalah Idrus Marham. Sekjend Golkar era Aburizal Bakrie ini dinilai sosok yang patut diperhitungkan pada Munaslub Golkar nanti.

“Selain Pak Syahrul, yang muda-muda seperti Pak Idrus juga mampu untuk memimpin Golkar ke depan,” ungkapnya.

Sementara Syahrul Yasin Limpo pun kian hari semakin memperlihatkan bahwa dirinya bakal maju dalam bursa calon ketua umum (Caketum) Golkar. Sebut saja di Gowa, SYL kembali mempertegas bahwa dirinya akan maju menjadi orang nomor satu partai berlambang pohon beringin ini.

“Orang Gowa itu pekerja keras. Syahrul menjadi bagian dari orang Gowa yang menjadi gubernur di Sulawesi Selatan sekarang. Dan besok mencalonkan diri jadi ketum Golkar,” ungkapnya saat menghadiri serah terima jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta IYL dan Abdul Rauf Mallagani (AdnanKio) di Balla Lompoa, Rabu (17/2).

[NEXT-RASUL]

Selain itu, ia mengatakan orang Gowa penuh dengan adat dan budaya. “Kita orang Gowa miliki filosofi yang memang mengajarkan bertata negara dan pemerintahan bagi rakyat,” tambahnya.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Zulkarnain Arief mengatakan sejauh ini dukungan terhadap ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo, terus berdatangan. Dirinya pun optimis bahwa seluruh suara DPD Golkar di Kawasan Timur Indonesia solid mendukung SYL maju sebagai ketua umum DPP Golkar.

Soliditas Golkar KTI dinilai bukan isapan jempol, pasalnya semenjak melakukan konsolidasi beberapa waktu lalu di Palu, Samarinda, dan Solo. Seluruh DPD di daerah tersebut sepakat untuk mendorong dan mendukung SYL di pencalonan Ketua umum di Munaslub mendatang. Bahkan dukungan tersebut, dinilai sebagai representasi menyatunya suara Golkar di Kawasan untuk SYL, ” Seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Timur, Insya Allah solid untuk SYL,” ujarnya.

Terkait banyaknya dukungan yang mengalir ke Syahrul yang juga merupakan ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Menurut Zulkarnain, sulit bagi Syahrul untuk mengurungkan niat maju di bursa pencalonan. Meskipun sejumlah kader Golkar menganggap kapasitas SYL dalam memimpin Golkar masih kalah bersaing dengan sejumlah tokoh nasional Golkar seperti Setya Novanto maupun Ade Komaruddin. “Tidak masalah jika ada pihak yang menganggap seperti itu, kita lihat di Munaslub nanti, siapa yang betul-betul serius,” terangnya.

Terkait dengan rencana deklarasi yang akan dilakukan SYL, Zulkarnain mengatakan jika hal itu akan dilakukan di wilayah timur Indonesia. Saat ini, Ambon, menjadi salah satu daerah yang dinilai cukup representatif bagi SYL untuk menggelar deklarasi. “Waktunya masih tentatif, tapi untuk sementara daerah Ambon paling ideal untu deklarasi, sebagai reprsesentasi KTI,” terangnya.

Sementara, Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sulsel, HM Roem mengatakan secara kapasitas Syahrul Yasin Limpo layak menjadi ketua umum Golkar. kelayakan SYL maju sebagai cakteum Golkar dapat dilihat dari berbagai indikator, mulai dari pengalaman birokrasi hingga loyalitasnya terhadap Golkar selama ini. Begitupun ketika Golkar dalam situasi Konflik, SYL dinilai tidak memiliki resistensi terhadap dua kubu yang selama ini berseteru.

Selain itu SYL yang berasal dari DPD, dinilai memiliki akseptabilitas yang cukup baik dengan sesama pengurus Golkar di Jajaran DPD lainnya. “Pemikiran dan gagasannya Pak Syahrul sangat dihargai pada forum Nasional Golkar dan saya kira itu adalah modal yang bagus untuk memimpin Golkar,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Bahkan, mantan Bupati Kabupaten Sinjai dua periode ini sangat mengunggulkan SYL dari calon favorit, caketum Golkar Setya Novanto. Menurutnya, SYL hanya kalah uang dari Setya Novanto. “Apakah gagasannya Setya Novanto yang diunggulkan sekarang, tidak ada juga kan. Saya yakin, pasti pak Syahrul lebih baik dari Setya Novanto,” tegasnya.

Ketika ditanya tentang rencana SYL mendeklarasikan pencalonanya maju di Munaslub Golkar didaerah Ambon, ia hanya menjawab santai. “Dimanapun pak Syahrul mau deklarasi saya kira itu tidak jadi masalah yang penting di wilayah Indonesia ji,” ucapnya.

Sementara Direktur Strategi Pemenangan dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Irfan Jaya mengatakan momentum Munaslub menjadi ajang adu kekuatan sejumlah elit Golkar. Kekuatan SYL dinilai cukup berimbang jika disandingkan dengan figur yang selama ini disebut bakal maju di pencalonan seperti Setya Novanto, Ade Komaruddin, Idrus Marham, Priyo Budi Santoso, maupun Erlangga Hartanto. Menurut Irfan, SYL memiliki keuntungan dan keunggulan dalam mengkonsolidasi suara Golkar di Kawasan Timur, termasuk dukungan sejumlah elit Golkar yang selama ini berkiprah di DPP yang berasal dari daerah Sulawesi.

Belum lagi kata dia kapasitas SYL, sebagai ketua APPSI, yang dinilai cukup strategis dalam melakukan konsolidasi politik terhadap seluruh pimpinan di Provinsi yang secara umum merupakan kader Golkar.

“Banyak instrument yang bisa digunakan SYL untuk bisa lolos di pencalonan, jika hanya sekedar mendapatkan suara minimal dukungan saya kira tidak akan terlalus sulit bagi SYL. Tantangannya akan sedikit berat, setelah memenuhi syarat minimal ini, karena suara Golkar di masing-masing kawasan akan menjadi area rebutan para figur yang dinyatakan lolos sebagai calon,” terangnya. (E)


div>