SABTU , 26 MEI 2018

Erwin Bilang, Keuangan Negara Sangat Riskan

Reporter:

Editor:

Rakyat Sulsel.Com

Minggu , 17 Maret 2013 20:26

Erwin Aksa

SABTU (16/3) malam di Imperial Aryadhuta. Di teras belakang hotel megah itu, Bos PT Bosowa Group, Erwin Aksa duduk santai bersama beberapa editor media lokal dan nasional yang tergabung dalam Forum Editor. Erwin yang tak lain Wakil Ketua Kadin Pusat, terlihat santai. Ia mengenakan baju kaus dipadu jeans warna biru.

Putra pendiri Bosowa Group, Aksa Mahmud, ini menuturkan harapan dan kegelisahannya. Pengusaha muda yang juga terlibat di Komite Ekonomi Nasional (KEN) bersama Chaerul Tandjung ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini positif. Hanya saja, Erwin mewarning, kondisi keuangan negara bisa berbahaya.

Kekhawatiran mantan Ketua Umum HIPMI itu bukan tanpa sebab. “Kondisi keuangan negara saat ini sangat riskan. Ya, sangat riskan. Subsidi terlalu besar,” kata Erwin, serius.

Erwin kemudian memberi solusi. Ia berargumen, subsidi harus dikurangi secara bertahap dengan perhitungan matang. “Bukan menghilangkan subsidi, tetapi mengurangi. Bayangkan, tak kurang dari Rp700 triliun dana dipakai untuk subsidi. Paling banyak BBM,” tandasnya.

Ia sadar, pengurangan subsidi BBM tadi domainnya lebih berbau politis. Namun, kata dia lagi, semua bisa diatasi dengan balance-nya eksekutif dan legislatif. Tentu, harus bijak melihat kondisi negara.

Selain subsidi yang jadi beban “maha” berat bagi keuangan negara, Erwin juga menilai, penyerapan anggaran saat ini terlalu kecil. Merujuk data yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Erwin menyebut angka tak lebih dari 3 persen.

“Nah, ke depan, sebaiknya program dibuat dengan perencanaan yang matang. Sehingga, penyerapan anggaran sesuai kebutuhan. Jangan saat akhir anggaran, baru dibuatlah program macam-macam yang hanya untuk menghabiskan anggaran,” katanya, sambil tersenyum.

Terkait dengan suksesi kosong satu di negera ini, Erwin memilih bahasa diplomasi. Ia mengatakan, kalangan pengusaha berharap, proses pergantian tidak berimbas pada pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pertemuan Erwin dengan Forum Editor ini berlangsung dalam suasana akrab. Tak terasa, waktu menunjuk jelang dini hari. “Lain kali kita ketemu lagi ya. Enak ngobrol begini,” kata Erwin setelah Husain Abdullah mengingatkan waktu. (*)


Tag
div>