RABU , 15 AGUSTUS 2018

Esar, Santri Immim Putra, Raih Peniti Emas Dari Kementrian Agama RI

Reporter:

Editor:

Nunu

Rabu , 03 Januari 2018 18:33
Esar, Santri Immim Putra, Raih Peniti Emas Dari Kementrian Agama RI

IST Gubernur Sulsel, Dr. Syahrul Yasin Limpo menyematkan Peniti Emas kepada Rahmat Esar Salsabil, Santri berprestasi Pesantren IMMIM Putera pada Puncak Peringatan dan Ramah Tamah Hari Amal Bakhti (HAB) Kementerian Agama ke 72, di Balai Manunggal Jend. M. Yusuf, Jl. Jenderal Sudirman, Rabu, 3 Januari 2017.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Rahmat Esar Salsabil (17), santri Madrasah di Pesantren Putra IMMIM Makassar ini menjadi satu-satunya santri peraih Peniti Emas dari Kementerian Agama RI pada Puncak Peringatan dan Ramah Tamah Hari Amal Bakhti (HAB) Kementerian Agama ke 72, di Balai Manunggal Jend. M. Yusuf, Jl. Jenderal Sudirman, Rabu, 3 Januari 2017.

Segudang prestasi bidang Matematika ditingkat Provinsi, Nasional bahkan juga Internasional telah diraih putra tertua, dari pasangan H. Ihram dan Hj. Kamla tersebut. Diantaranya Juara Nasional Kompetisi Sains Madrasah 2017 digelar dikampus UIN Sunan Kalijaga, Jogyakarta.

Menurut Kamla, Esar diketahui, mulai berprestasi dari kelas 4 SD Negeri Sangir, Makassar. Esar mulai berprestasi dibidang Matematika, dari berbagai perlombaan tingkat SD.

Di kelas 5 SD di SD Negeri Sangir, Esar sudah mulai jajaki prestasinya ditingkat OSN Nasional di Jakarta, namun dia baru menyabet sebagai juara harapan.

Lanjut Kamla, pada kelas 6 SD, Esar ikut Internasional Matematic Contest (IMC) di Singapura, dia menyabet harapan. Dari situ, dia belajar dan terus belajar. “Mungkin dikompetisi tingkat nasional dan internasional setelah mendapatkan juara harapan, anakku ini mulai belajar tapi dia juga main game,” ujar Kamla.

Lajut tingkat SMP IMMIM, Esar pernah dianulir pada saat mengikuti olimpiade Matematika tingkat Nasional, dia alami anulir karena untuk jenjang SMA.

Kamla menyebutkan, anaknya sejak masuk SMP di IMMIM, mulai dipadati banyak agenda kompetisi nasional. Tiap bulan, Esar bisa berangkat empat kali. “Sejak dua masuk SMP, dia sudah ke jawa, kalimantan, jakarta bahkan sampai ke singapur. Biasanya kalau bukan saya yang ikut atau gurunya ikut,” katanya.

Kelas 2 SMP, Esar sudah juara 2 pada Olimpiade Optika Nasional di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan Olimpiade OSN, dapat perunggu di Palu, 2015.

Kemudian ditahun berkitnya, Kelas 3, Esar kembali ikuti Olimpiadr Optika di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia menyambet juara 1 tingkat Nasional.

Kelas 1 SMA, ikuti olimpiade Ranu Prima Sains Competition (RPSC), dapat tiga medali ditiga bidang, Matematika Emas, Fisika Perak dan juga Astronomi Perak.

Ditahun 2016, pada saar Kompetisi Matematika Nalaria Realistic (KMNR) di Institute Pertanian Bogor (IPB), Esar mendapatkan medali Perak.

Kemudian, dapat medali emas di World Matematica Intitational (WMI) dan dapatkan tiket untuk ikuti olimpiade Matematika pada tingkat Internasional. “Esar dapat tiket olimpiade ditingkat internasional di vietnam tapi dibatalkan karena ia memilih untuk mengikuti kompetisi di jogja (Sunan Kalijaga) kemarin,” tambahnya.

Kedua orang tua Esar mengaku sangat bangga anaknya bisa menjadi satu-satunya santri penerima penghargaan dari Menteri Agama pada Puncak Peringatan dan Ramah Tamah Hari Amal Bakhti (HAB) Kementerian Agama ke 72.


div>