RABU , 17 OKTOBER 2018

Fahira Idris Yakin Semua Persoalan Jakarta Jelang Asian Games Teratasi

Reporter:

Editor:

Muhammad Alief

Jumat , 27 Juli 2018 16:10
Fahira Idris Yakin Semua Persoalan Jakarta Jelang Asian Games Teratasi

Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris (IST)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Senator atau Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi ibukota menjelang perhelatan Asian Games (AG) 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Menurut Fahira, inisiatif dan gerak cepat Pemprov DKI Jakarta menyelesaikan berbagai persoalan termasuk memberikan ruang seluasnya bagi warga Jakarta untuk ikut menyemarakan even olah raga terbesar negara-negara Asia ini menjadi semangat bagi semua warga Jakarta untuk menjadi tuan rumah yang baik sehingga mampu memberi kesan positif bagi semua tamu baik itu atlet, official, hingga para suporter yang akan ‘membanjiri’ Jakarta.

“Insya Allah bau di Kali Sentiong dan penataan trotoar untuk memperindah Jalan Sudirman bisa teratasi dengan baik. Anies-Sandi dan jajaran Pemprov DKI Jakarta punya kemampuan dan kapasitas untuk menyelesaikan ini. Jakarta siap menyambut para tamu Asian Games,” tutur Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (27/7).

Fahira yang juga Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan olah raga ini mengungkapkan, dari sisi kesiapan infrastruktur mulai dari venue hingga transportasi, persiapan Jakarta sangat baik dan tidak ada persoalan yang berarti. Oleh karena itu, saat ini fokus persiapannya pada kenyamanan dan keindahan Kota Jakarta yang juga sangat penting sebagai bentuk penghormatan kita sebagai tuan rumah kepada semua tamu AG 2018.

“Hujatan atau ejekan yang ditujukan kepada Pemprov DKI terutama kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, abaikan saja. Karena apapun yang dilakukan Anies-Sandi pasti salah di mata mereka yang memang tidak suka dengan kepemimpinan keduanya. Persiapan Asian Games perlu kritik konstruktif, bukan ejekan yang merendahkan,” tukas Fahira. (*)


div>