SENIN , 18 DESEMBER 2017

Fahri Hamzah Yakin Aksi 121 Tanpa Dibayar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 12 Januari 2017 13:35
Fahri Hamzah Yakin Aksi 121 Tanpa Dibayar

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi besar-besaran di sejumlah kota hari ini, Kamis (12/1). Mereka memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga sejumlah barang kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, memastikan itu aksi spontanitas para mahasiswa. Dia meyakini tidak ada yang membekingi gerakan mahasiswa itu hati ini.

“Saya dulu adalah tokoh aktivis gerakan mahasiwa, itu nggak bisa disuruh-suruh, nggak bisa dibayar,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1).

Kata Fahri, mahasiswa tampil atas kehendak sendiri melihat kegelisagan masyarakat.

“Mereka tampil atas panggilan zaman atas situasi yang berkembang tiba-tiba, tidak terencana, itu bersumber dari kegelisahan yang independen,” ujarnya.

Karena itu, menurut Fahri, pemerintah harus menjawab kegelisagan tersebut. Jika sudah mendapatkan jawaban dari pemerintah, diyakini amarah yang memuncak itu akan mereda.

“Indonesia adalah negara yang tradisi gerakan mahasiswa yang kuat, nggak perlu dikhawatirkan, hanya perlu kita jawab apa yang terjadi,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, BEM Seluruh Indonesua menggelar aksi unjuk rasa 121 di 19 titik wilayah se-Indonesia. Di antaranya di Jakarta, Aceh, Padang, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Bandung, Yogyakarta. Lalu di Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Mataram, Gorontalo, dan Merauke.

Adapun tuntutan mereka diantaranya, menolak dengan tegas PP Nomor 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla mencabut PP tersebut.

Lalu, menuntut Jokowi-JK membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat, mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling cuci tangan dengan kebijakan yang dibuatnya.

Kemudian, menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialiasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan. Terakhir, menolak kenaikan tarif listrik golongan 900VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900VA. (jpg)


div>