SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Fantastis, Serapan Anggaran SKPD Pemkot Makassar Triwulan I 2016

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 27 April 2016 21:14

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai membaik. Hal ini dibuktikan dengan transparansi realisasi belanja langsung, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) pada triwulan I tahun 2016. Capaian ini lebih tinggi ‘fantastis’ dibanding triwulan IV tahun 2015 lalu.

Kepala Bidang Statistik dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Lasmana menuturkan, Pemkot Makassar merealisasikan belanja langsung Rp148.074.147.044 miliar pada triwulan I 2016 dari total anggaran triwulan I Rp936.631.852.510 miliar. Capaian itu setara dengan realisasi keuangan 15,81 persen dan realisasi fisik sebesar 24,76 persen.

“Realisasi belanja langsung triwulan I tahun 2016 ini lebih tinggi dari triwulan I sampai triwulan IV tahun 2015 lalu,” terang Lasmana saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Balaikota Makassar, Rabu (27/4).

Menurutnya, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut pun menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Makassar. Sekira 33 SKPD masuk dalam kategori baik dengan capaian lebih dari 25 persen. Diantaranya, Bagian Pertahanan, Badan Keluarga Berencana, Kecamatan Tallo, Kecamatan Biringkanaya, dan SKPD lainnya.

“Sementara SKPD yang berkategori kurang dengan realisasi kurang dari 12 persen. SKPD pada kategori ini mencapai 13 instansi. Misalkan, Kecamatan Tamalanrea, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bagian Umum, Bagian Humas dan SKPD lainnya,” beber Lasmana.

Lasmana menjelaskan, realisasi belanja langsung triwulan IV tahun 2015 mencapai Rp11.528.662.464.428 miliar dari total anggaran Rp2.088.508.273.600 triliun atau realisasi keuangan sekira 73,10 persen dan belanja fisik 75,72 persen.

“Hal ini banyak dilihat perbandingan tahun ini anggaran lebih besar ketimbang tahun lalu,” tuturya.

Sementara, Kepala Bappeda Makassar, Syahrir Sappaile mengatakan, hasil monev menggunakan perhitungan berdasarkan aliran anggaran per triwulan. Bappeda tidak lagi memakai anggaran total selama setahun. “Ini dihitung berdasarkan anggaran kas per triwulan supaya lebih realistis,” kata Syahrir.

Dengan perhitungan tersebut, pemetaan belanja langsung SKPD lebih terarah setiap triwulan. Pasalnya, SKPD-SKPD banyak yang komplain karena kegiatan-kegiatan yang dapat berjalan setiap triwulan berbeda-beda.(***)


div>