SELASA , 12 DESEMBER 2017

Fasum-Fasos di Manggala Beralih Fungsi

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 31 Oktober 2017 11:00
Fasum-Fasos di Manggala Beralih Fungsi

Penampakan puluhan bangunan ruko yang ada di Kecamatan manggala. Lahan tersebut juga dinilai sebagai fasum fasos Pemkot Makassar (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim verifikasi Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan Kawasan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar menerima laporan tim pencari fakta seputar temuan pengalihan fungsi Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum Fasos) di Kecamatan Manggala.

Dalam pengerjaan fasum fasos di wilayah tersebut, tim independen melalui satelit dan pesawat tanpa awak (drone) berhasil mendeteksi perubahan site plan yang telah diserahkan oleh pihak Perum Perumnas Cab VII Makassar pada tanggal 26 Maret 1988 kepada Pemkot Makassar.

Dalam pantauan tim independen penyalahgunaan fasum fasos selama satu pekan di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala Makassar menemukan perubahan site plan dengan adanya bangunan ruko. Diperkirakan penampakan puluhan bangunan ruko terjadi sekitar tahun 2012 sebab pada site plan 2010 belum ada ruko.

“Berdasarkan pantauan satelit pada tahun 2010, kondisi fasum fasos tersebut belum menunjukkan adanya bangunan ruko di atasnya, namun pada tahun 2017 akhir atau deteksi tahun ini ada puluhan ruko berdiri diatas lahan tersebut,” kata Kadis Perumahan, Fathur Rahim, Senin (30/10) kemarin.

Menurutnya, sangat jelas perubahan site plan yang dipantau melalui satelit.Berdasarkan site plan dan berita acara penyerahan fasum fasos yang diserahkan oleh pihak PT Perum Perumnas Cab. VII unit Antang, dalam site plan dan berita acara luas fasum fasos Jalur Hijau 34.433 M2.

“Pada posisi site plan 1988, batas luas Jalur Hijau yang berbatasan dengan danau Balang Tonjong tidak menunjukkan adanya peruntukan untuk kawasan komersil atau pun bangunan ruko,” kata Fathur.

Kemudian fakta selanjutnya adanya perubahan peruntukan lahan Jalur Hijau tersebut setelah foto satelit dibuka kembali di posisi tahun 2010 menunjukkan bahwa lahan tersebut masih posisi sesuai dengan status lahan Jalur Hijau, belum ada bangunan Ruko.


div>