SELASA , 20 NOVEMBER 2018

FE UMI Makassar Gelar Kurikulum KKNI

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 28 September 2015 17:40

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja di bidang industri yang sarat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seyogyanya kurikulum melakukan upaya perubahan, pengembangan dan inovasi terhadap tuntutan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Muslim Indonesi (UMI) Makassar, Prof Dr Masrurah Mochtar MA, dalam kegiatan Lokakarya Kurikulum yang dihelat oleh Fakultas Ekonomi (FE) UMI Makassar.

Lokakarya yang bertajuk “Redesain Kurikulum Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akutansi Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Menuju Peningkatan Mutu Dan Kompetensi Keluaran” dilaksanakan di Hotel Horison Bolivard Makassar, Senin (28/9).

“Kegiatan ini, sebagai respon terhadap perubahan kurikulum lama sebagai aturan yang memayungi penerapan kurikulum baru. Tujuanya agar fakultas ekonomi UMI daapat meningkatkan akreditasi, serta memperjelas lulusan program studi, sehingga memberikan yang terbaik bagi Alumni UMI Ketika terjun ke lapangan kerja,” ujar Masrurah.

Lebih lanjut Rektor UMI ini menjelaskan bahwa KKNI yang dihelat oleh FE UMI, merupakan kerangka acuan yang menjadi ukuran, dan pengakuan pendidikan sebagai kerangka kualifikasi kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

“Walaupun kurikulum lama dan baru hampir sama, tapi materinya berbeda. Ini dirasa cocok untuk UMI sehingga diterapkan kurikulum ini. Namun dakwah yang bernafaskan Islam serta berpikir global juga perlu. Hal ini disandingkan dengan nilai-nilai islam,” ungkap Masrurah di hadapan peserta lokakarya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UMI Makassar, Prof Dr Bahar Sinrik menuturkan bahwa dalam perspektif KKNI, setiap program studi diharuskan memperjelas “profil lulusan” yang diharapkan melalui kegiatan pelancaran studi, studi kelayakan dan analisis kebutuhan di masyarakat.

“KKNI juga bisa memperjelas profil lulusan yang mencerminkan kemampuan minimal, yang harus dikuasai mahasiswa setelah lulus. Yaitu merujuk pada empat aspek kebutuhan seperti sikap, bidang kemampuan kerja, pengetahuan, dan manajerial dan tanggung jawab,” tandas Rektor UMI.


Tag
  • UMI
  •  
    div>