SENIN , 16 JULI 2018

Februari, Sulsel Inflasi 0,23 Persen

Reporter:

Rusman

Editor:

Lukman

Kamis , 01 Maret 2018 21:20
Februari, Sulsel Inflasi 0,23 Persen

RILIS BPS. Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam (kiri) memberikan penjelasan soal perkembangan ekspor impor Sulsel saat press konference di Kantor BPS Sulsel Jl Haji Bau, Makassar, Senin (15/1). SUGIHARTONO/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Inflasi Sulsel pada Februari 2018 sebesar 0,23 persen disebabkan oleh naiknya harga pada lima kelompok bahan makanan yang mencapai 0,76 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam di Kantor BPS Sulsel di Jalan Haji Bau Makassar, Kamis (1/3).

Ia menuturkan, dari lima daerah indeks harga konsumen (IHK) di Sulsel, Palopo tercatat mengalami inflasi tertinggi yakni 0,58 persen dengan IHK 131,04 dan terendah Parepare hanya 0,05 persen dengan IHK 128,09.

Selain kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, kata Nursam, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,37 persen, perumahan 0,05 persen, kesehatan 0,09 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,11 persen.

Sedangkan BPS Sulsel mencatat kebutuhan pada kelompok transportasi, sandang, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan.

Kemudian laju inflasi Sulsel secara “year to year” pada Februari 2018 sebesar 1,04 persen dan Februari 2017 sebesar 3,57 persen.

Nursam menyebutkan, penghitungan inflasi dilakukan pada survei harga konsumen pada pasar tradisional dan pasar modern atau swalayan pada lima daerah yakni Bulukumba, Bone, Makassar, Palopo dan Parepare.

“IHK pada Februari 2018 naik menjadi 132,66 dibandingkan Januari 2018 hanya 132,35,” bebernya pada konprensi pers di kantornya.

Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan pada Februari 2018 adalah beras, ikan cakalang, ikan bandeng, cabai merah, rokok putih, pemeliharaan atau service, ikan layang, rokok kretek filter, bawang putih dan tomat buah.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan adalah angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, pisang, sawi hijau, kacang panjang, bawang merah, wortel, bayam dan gula pasir.

Meskipun sejumlah bahan makanan mengalami kenaikan tetapi inflasi sebesar 0,23 pada Februari 2018 lebih rendah dibandingkan pada bulan yang sama 2017 yang mencapai 0,75 persen. Sedangkan Februari 2016 Sulsel mengalami deflasi sebesar 0,08 persen. (*)


div>