RABU , 17 JANUARI 2018

Fenomena Jilboobs, Hijabers Harus Berbenah

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 08 Agustus 2014 01:21
Fenomena Jilboobs, Hijabers Harus Berbenah

Ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Baru-baru ini, para hijabers diributkan dengan pembicaraan yang pro dan kontra terhadap hijab yang dikenakan kebanyakan fashionista yang berhijab. Dalam pembicaraan ini, muncullah istilah “jilboobs”, sebutan untuk wanita berjilbab namun memakai pakaian ketat. Sehingga membentuk lekuk tubuh, terutama bagian dada.

Kebanyakan orang mengkritik para hijaber yang menggunakan hijab atau jilbab, namun tetap mengumbar auratnya dengan memperlihatkan lekukan tubuh, memperlihatkan beberapa bagian yang memang tidak boleh diperlihatkan, atau menggunakan pakaian yang transparan sehingga bisa diterawang oleh orang yang melihatnya.

Media sosial Twitter beberapa pekan ini diramaikan dengan fenomena ‘jilboobs’.

Menurut desainer dan enterpreuneur, Temi Sumarlin, fenomena itu bukanlah hal baru. “Sejak saya masih sekolah pun sudah ada. Kalau sekarang ramai mungkin karena mulai bermunculan juga di media sosial,” kata Temi Sumarlin dilansir dream.co.id, Kamis (7/8/14)

Dalam media sosial facebook pun Jilboobs memiliki komunitas. Beberapa orang berkomentar ini adalah sindiran untuk para hijaber. Namun menurut Temi, hal itu harus membuat para pengguna jilbab lebih berbenah diri.

“Kita harus tahu lebih dalam dulu tentang komunitas itu. Apa ada oknum yang memang menyindir? Atau itu kumpulan orang yang memang belum mengerti soal jilbab? Jangan men-judge mereka dulu, semua orang itu butuh proses,” kata pemilik label Temiko ini.

Temi berharap semakin banyak informasi benar mengenai penggunaan jilbab dan berpakaian yang benar. Fenomena ini, lanjut dia, diharap menjadi ajang pembenahan diri.

“Maka itu marilah kita semua mulai berbagi informasi yang benar tentang penggunaan hijab agar tidak ada yang salah lagi,” paparnya.


div>