JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Festival Salo Karajae Masih Jalan di Tempat

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 27 September 2015 22:34

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Parepare menggelar Festival Salo Karajae yang ke-6. Event tersebut merupakan event pariwisata tahunan di Parepare. Namun selama pelaksanaannya, belum terdapat perkembangan berarti dari tahun ke tahun.

Walikota Parepare Taufan Pawe menjelaskan bahwa kegiatan festival tersebut merupakan event tahunan Parepare yang melibatkan kabupaten se-Ajatapareng, bahkan di luar dari lingkup daerah tersebut.

Namun, Dia mengaku, semenjak diamanahkan menjadi Walikota, belum ada kemajuan yang berarti dari festival tersebut.

“Saya janji festival ini tahun depan harus lebih baik. Mari jadikan Parepare bukan lagi kota transit, melainkan kota tujuan. Pada 12 Mei nanti, kita akan adakan festival Habibie-Ainun yang bertepatan dengan ulang tahun Parepare,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan Hutan Jompie yang dimiliki Parepare telah dicanangkan sebagai kebun raya oleh Ketua Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarno Putri. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jufri Rahman mengatakan, saat ini telah terdapat aturan mengenai pembagian jenis pariwisata di setiap daerah.

Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, selain berdimensi wisata, event Festival Salo Karajae sarat dengan dimensi ekonomi, sosial budaya, agama, dan komunikasi sosial.

Karena itu, Gubernur Syahrul berharap, event tersebut semakin didukung oleh masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan ruang apresiasi dalam menampilkan berbagai seni dan kebudayaan.

“Semakin banyak event, semakin banyak orang datang. Itulah yang menjadi ciri dari sebuah kota. Parepare menggeliat seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, saat ini telah terdapat aturan mengenai pembagian jenis pariwisata di setiap daerah.

“Telah dibagi, jadi setiap daerah tidak bisa lagi secara liar melaksanakan event pariwisata,” jelasnya.

Jufri mencontohkan Parepare yang mendapatkan pembagian wisata bahari dan ecotourism. Sehingga di Parepare, kata Jufri, hanya terdapat wisata air dan wisata hutan. “Jadi, apabila Parepare melaksanakan event di luar penetapan itu, pihak Pemprov tidak akan memberikan bantuan,” tegas Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel ini.


div>