JUMAT , 19 OKTOBER 2018

FHK2I Demo di Kantor DPRD Sulbar, Ini Tuntutannya

Reporter:

Sudirman

Editor:

Iskanto

Kamis , 20 September 2018 12:10
FHK2I Demo di Kantor DPRD Sulbar, Ini Tuntutannya

Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) menggelar aksi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (20/9).

SULBAR, RAKYATSULSEL.COM – Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) menggelar aksi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (20/9).

Adapun surat tuntutan Segenap Pengurus Kordinator Wilayah dan Pengurus Kordinator Kabupaten FHK2I se-Sulbar akan terus berjuang demi tegaknya keadilan dan kebenaran terhadap nasib Honorer Kategori 2 (K2) yang ada di wilayaƂh Provinsi Sulawesi Barat.

“Oleh karena itu kami menuntut, Tolak Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Reformasi Birokrasi Nomor 36 dan 37 Tahun 2018 yang tidak berkeadilan terhadap Honorer K2 dan diskriminatif, sebagaimana Sila Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,”ungkap Pelipus Koordinator Wilayah (Korwil) FHK2I Provinsi Sulbar dalam orasinya.

FHK2I juga meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan tenaga honorer K2 menjadi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) tanpa batasan usia dan tanpa tes.

“Kami juga ingin diperhatikan oleh pemerintah. Jangan hanya atlet-atlet yang langsung diangkat jadi PNS. Kami sudah lama jadi honorer, ada yang sudah sepuluh tahun berbakti kepada masyarakat namun tidak ada perhatian khusus dari pemerintah,”teriaknya.

Selain itu, FHK2I juga meminta, DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara Kelembagaan mendesak Bapak Gubernur Sulbar untuk dukungan secara tertulis kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi.

“Kami juga menolak penerimaan CPNS dari jalur umum dan khusus tahun Anggaran 2018 di Pemerintah Provinsi Sulbar dan seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar dan mendesak Percepatan regulasi melalui revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN,” tegasnya. (*)


div>