SABTU , 23 JUNI 2018

FIKP Unhas Adakan Baksos di Takalar

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Februari 2018 07:30
FIKP Unhas Adakan Baksos di Takalar

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin Makassar saat melakukan bakti sosial di Desa Aeng Batu Batu Kecamatan Galesong Utara.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin Makassar melakukan bakti sosial di Desa Aeng Batu Batu Kecamatan Galesong Utara. Bakti sosial pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam rangka diesnatalis ke 50 Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Unhas, Selasa (6/2).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Ir. Abd. Rasyd Jalil, Dekan FIKP Unhas Dr. Ir. Siti Aisha Farhum, Wakil Bupati Takalar H. Achmad Daeng Se’re, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan diwakili Kabid Penangkapan Provinsi Sulsel Ir. Safaruddin, Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar dan sekitar 50 orang Alumni FIKP.

Dekan FIKP Unhas Dr. Ir. Siti Aisha Farhum dalam laporannya mengatakan kegiatan bakti sosial ini mengambil tema ‘Setengah Abad Menuju Kejayaan Sektor Perikanan Nasional’. Dengan kegiatan penaburan benih udang windu sebanyak 200.000 ribu ekor, ikan kakap putih 1000 ekor, dan penanaman pohon pelindung dan pohon produktif berupa pohon mangga, nangka dan sukun sebanyak 1000 pohon dan beberapa kegiatan lainnya seperti pembersihan pantai dan pengobatan gratis.

“Memperingati setengah abad FIKP Unhas kami mencoba melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk masyarakat, memberikan sesuatu yang lebih inovatif lagi terkhusus di bidang perikanan,” kata Siti Aisha.

Wakil Bupati Takalar H. Achmad Daeng Se’re, mengatakan Pemerintah Kabupaten Takalar sangat mengapresiasi atas Fakultas Perikanan yang memberikan warna baru kepada warga Takalar melalui program-program yang telah diterapkan dalam masyarakat terutama di wilayah pesisir.

Lanjut dikatakan Achmad Daeng Se’re, jika pemerintah Takalar memang memiliki program dan tantangan besar dalam hal daerah pesisir dan penanaman pohon. Apalagi pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada kurangnya budidaya ikan atau udang serta banyaknya lahan kosong yang ada di Kabupaten Takalar.

Namun baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Takalar telah mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan adanya Tambak Budidaya Air Payau di Boddia Galesong.

“Pencanangan Kabupaten Takalar sebagai kabupaten jagung yang baru-baru ini dilaksanakan di Desa Timbuseng Kecamtan Polut yang menjadi tolak ukur sebagai landasan untuk mencegah lahan kosong yang ada di Kabupaten Takalar. Inilah yang menjadi adopsi untuk memunculkan kearifan dan partisipasi bersama seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Takalar,” ucapnya. (*)


div>