RABU , 15 AGUSTUS 2018

Film Karya Anak Makassar Tembus di Berlin International Film Festival

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 06 Februari 2014 01:33
Film Karya Anak Makassar Tembus di Berlin International Film Festival

Poster film karya anak Makassar Sepatu Baru, ikut berkompetisi di Berlin International Film Festival (Berlinale) di Berlin, Jerman. (foto:ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Berlin International Film Festival (Berlinale) adalah festival film bergengsi dunia yang diselenggarakan sejak tahun 1950 di setiap bulan Februari. Festival yang menjadi barometer seni film di dunia ini diliput sekitar 3.700 media setiap tahunnya juga dihadiri oleh sekitar 20.000 pekerja film dari 124 negara.

Tahun ini film Makassar berjudul ‘Sepatu Baru’ berhasil lolos seleksi Berlinale. Kabar menggembirakan ini diumumkan panitia Berlinale melalui situs resminya.

Film ‘Sepatu Baru’ terpilih untuk berkompetisi di program Generation kategori film pendek dan akan bersaing dengan 16 film pendek lainnya dari 15 negara untuk meraih penghargaan Crystal Bears.

Film ‘Sepatu Baru’ besutan sutradara Aditya Ahmad berkisah tentang seorang anak perempuan yang hidup di pemukiman kumuh. Anak perempuan itu resah karena hujan terus mengguyur sementara dia ingin segera memakai sepatu barunya. Demi mewujudkan keinginannya dia akhirnya menempuh cara tradisional untuk menghentikan hujan.

Aditya Ahmad merupakan alumni Prodi Film dan Televisi, Institut Kesenian Makassar (IKM). Film ‘Sepatu Baru’ yang berdurasi 14 menit merupakan film tugas akhirnya. Aditya menyatakan terpilihnya film ‘Sepatu Baru’ di Berlinale merupakan kesempatan yang berharga bagi film Makassar untuk dapat diapresiasi oleh publik yang lebih luas.

Berlinale akan digelar pada 6-16 Februari 2014 sebagai penyelenggaraanyang ke-64 tahun. Aditya akan menghadiri momen tersebut bersama aktrisnya Isfira Sri Febiana, dan salah satu Supervisor film ‘Sepatu Baru’ Shinta Febriany.

Desember lalu, film ‘Sepatu Baru’ juga turut berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan meraih penghargaan khusus Juri, Special Mention Award.

Institut Kesenian Makassar (IKM) memegang peranan penting dalam melahirkan sineas yang handal di Makassar. Alumni IKM lainnya yang juga berprestasi, antara lain Andreuw Parinussa yang baru-baru ini meraih penghargaan 1stPrize pada ISCA 2013 di Osaka, Jepang, melalui filmnya ‘Adoption’ dan Andi Burhamzah dengan filmnya ‘Cita’ yang lolos seleksi XXI Short Film Festival dan official selection di GanFest.


div>