MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Film Melawan Takdir Diyakini Bakal Sedot Perhatian Warga Makassar

Reporter:

Rusman

Editor:

Lukman

Minggu , 18 Maret 2018 22:00
Film Melawan Takdir Diyakini Bakal Sedot Perhatian Warga Makassar

Produser dan pemain film Melawan Takdir saat promo di car free day Jalan Boulevard Makassar, Minggu (18/3).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Film yang bertajuk “Melawan Takdir” bakal tayang serentak pada 19 April 2018 di 40 kota di Indonesia.

Film ini menceritakan kesuksesan seorang anak dari keluarga miskin yang hidup di pelosok desa. Meskipun telah viral di media sosial dengan cerita pendek “Sekolah Terus Kapan Kamu Nikah”, film ini percaya diri tetap mendapat perhatian penonton.

Alur ceritanya yang menarik karena mengupas soal sisi kehidupan seorang anak dari keluarga miskin dengan kondisi orangtua yang buta huruf ini yang terus bersekolah hingga program berhasil menjadi profesor muda tanpa mempedulikan untuk hidup berumah tangga.

Eksekutif Produser Film Melawan Takdir, Ramli Usman saat promo di Jalan Boulevard Makassar, Minggu (18/3) menuturkan, penayangannya dipastikan mampu meraup penonton khususnya di Makassar karena alur ceritanya yang sangat dari kisah kehidupan anak dari keluarga miskin hidupnya di pelosok desa yang sukses.

Ia mengakui, film yang digarapnya ini telah dipromosikan melalui medsos namun tetap ditunggu penayangannya di bioskop seluruh Indonesia.

Film yang disutradarai Quraisy Mathar dari Rumah Produksi Tujuh Langit diadopsi dari novel Best Seller Otobiografi Motivasi Melawan Takdir karya Prof Hamdan Juhannis Ph.D.
Buku ini telah laris terjual hingga ratusan ribu eksamplar dengan jumlah pembaca mencapai jutaan orang.

Promo film Melawan Takdir produksi Makassar ini bertepatan dengan acara car free day di Jalan Boulevard Makassar dengan menghadirkan pemainnya diantaranya Andi Antiaka, Ketua Komite SMA Athirah sebagai sosok ibu guru cantik.

Ramli mengutarakan, film yang diproduksinya mengambil kutipan dari buku Melawan Takdir yakni “Bagaimana mungkin dari desa terpencil anak yatim, ibu buta huruf, sangat miskin. Mampu kuliah S2 dan S3 di luar negeri dan menjadi seorang professor termuda”.

“Film ini menjadi kebanggaan karena diproduksi oleh sienas-sineas Makassar. Tentu menjadi suatu kebanggaan film Melawan Takdir ini hadir sebagai satu-satunya film Indonesia terpilih sebagai film Pembuka Festival Sinema Australia Indonesia 2018 di Makassar,” ujar Ramli.

Lokasi syuting film ini adalah Bone, Gowa, Makassar dan Australia. Jadi, kata dia, film yang diproduksinya bergenre motivasi dan ispirasi hidup yang bercerita tentang perjuangan hidup dengan penuh keterbatasan seorang anak yatim yang tinggal bersama ibu, nenek dan tiga orang saudaranya di sebuah pelosok desa terpencil bagian timur Indonesia tepatnya di desa Mallari Kabupaten Bone.

Ramli menambahkan, film yang digarapnya ini sengaja menonjolkan sisi sosialnya agar menjadi inspirasi bagi anak-anak di Kota Makassar. Sebab film-film yang ditonton kalangan anak-anak selama ini didominasi sinetron bergenre percintaan.

“Film MT (Melawan Takdir) direkomendasikan sebagai tontonan keluarga yang dapat di nonton bersama anak-anak dan orang tua dengan harapan memberi pelajaran tentang arti kehidupan yang sesuangguhnya,” tuturnya. (*)


div>