SENIN , 23 JULI 2018

Fitnah Menerpa Mentan, Ketua MPR RI: Amran Orang Baik

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 18 Juni 2018 10:00
Fitnah Menerpa Mentan, Ketua MPR RI: Amran Orang Baik

Andi Amran Sulaiman

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kasus hoax yang menimpa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Termasuk ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan.

Menurutnya, ia mengenal Amran sebagai sosok yang baik, pekerja keras dan berprestasi. “Saya kenal baik, Andi Amran Sulaiman orang baik. Prestasinya kita tahu, ia seorang pekerja keras, tegas Zulhasan, panggilan akrab Zulkifli Hasan.

Zulhasan juga mengingatkan pencapaian dan program-program buah masa kepemimpinan Amran. “Program bagus, OK. Ia adalah menteri yang tidak pernah berhenti bekerja untuk kepentingan petani. Untuk kepentingan ketahanan pangan nasional,” lanjut Zulhasan di sela kesibukannya bersilaturahmi Lebaran Idul Fitri.

Soal kasus yang menimpa Menteri Pertanian, ia mengajak agar menyerahkannya pada proses hukum yang sedang berjalan. “Pelakunya kan sudah tertangkap. Kita serahkan pihak berwajib untuk bekerja mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya lagi.

Kasus hoax yang ditujukan pada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelang akhir Ramadan lalu, mengejutkan banyak pihak. Namun kabar tak sedap itu segera diikuti aliran deras dukungan terhadap Amran. Terlebih hoax yang juga membawa-bawa nama kepala daerah di Propinsi Banten ini, muncul di tengah sederet prestasi yang ditorehkan Kementerian Pertanian.

Awal Juni lalu untuk kedua kalinya selama dua tahun berturut-turut, Kementerian Pertanian mendapatkan laporan hasil pemeriksaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2017.

Dari keseluruhan hasil pemeriksaan BPK RI, hingga 31 Desember 2017 dari 1.126 rekomendasi, sebanyak 973 rekomendasi atau 86,41% telah ditindaklanjuti, 9,86% belum ditindaklanjuti dan 3,73% tidak dapat ditindaklanjuti. Keseluruhan hasil pemeriksaan BPK RI tersebut mencakup audit Laporan Keuangan dan Audit Tujuan Tertentu. Saat secara langsung menyerahkan laporan ke tangan Menteri Pertanian (6/6/2018), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) Prof DR Rizal Jalil memuji Kinerja Menteri Amran beserta jajarannya, “Harusnya dapat reward Pak Menteri (Amran-red) dari Kementerian Keuangan.”

Program-program Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Amran juga membuat Indonesia kini ekspor sejumlah komoditi. Di antaranya jagung, telur, bawang serta ayam potong – yang untuk pertama kalinya bisa menembus pasar negara Jepang. Selama dua tahun berturut-turut yaitu pada 2016 dan 2017, Indonesia juga absen impor beras.

Mundur lagi ke belakang, sejak awal 2015, Menteri Amran bersama TNI AD menjalin kerja sama untuk membangun infrastruktur hulu serta memperlancar distribusi sarana produksi dan hasil pertanian. Hingga kini, Amran terus memimpin dan mendorong penangkapan lebih dari 40 kasus oplos pupuk, kartel daging, ayam, jagung yang diproses KPPU.

Ia pun membongkar kasus bawang ilegal dan oplos minyak goreng. Berdasarkan catatan yang ada, dari 300 kasus mafia pangan diproses Satgas Pangan, termasuk kasus ketika Menteri Andi Amran bersama Kapolri menggerebek kasus beras PT IBU beberapa waktu.

Amran juga memasukkan dalam daftar hitam perusahaan yang bermasalah dengan hukum, mengimpor tidak sesuai peruntukan, mempermainkan harga sehingga disparitas tinggi 500 hingga 1000 persen, dan memanipulasi wajib tanam.

Hampir 500 kasus pangan kini tengah menghadapi proses hukum. Banyak kalangan meyakini, serangan isu hoax terhadap Menteri Andi Amran, sangat terkait dengan upaya bersih-bersih koruptor dan sikat habis mafia dan kartel pangan yang gencar dilakukannya. (**)


div>