SENIN , 20 AGUSTUS 2018

FKPT Sulsel Gelar ToT Anti Terorisme bagi Perempuan dan Pemuda

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 28 September 2015 16:31
FKPT Sulsel Gelar ToT Anti Terorisme bagi Perempuan dan Pemuda

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan mengadakan Training of Trainer (ToT) yang bertema “Early Warning Pemahaman Radikal-Terorisme bagi Perempuan dan Pemuda, Senin (28/9) yang bertempat di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Ketua FKPT Sulsel Prof Dr Arfin Hamid dalam sambutannya mengungkapkan, keberadaan FKPT di Sulsel sejak 2 tahun terakhir ini, concern menyuarakan bahaya laten pemahaman radikal dan terorisme.

Sekretaris Utama Badan Penanggulangan Pencegahan Terorisme RI (BNPT) Mayor Jenderal TNI Abdul Karim Kadir dalam sambutannya, mengungkapkan eksistensi peran generasi muda dalam upaya pencegahan paham kekerasan dan terorisme, menurutnya keberadaan pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam kaitannya tindakan radikalisme lebih banyak disebabkan paham radikalisme.

Dikatakan bahwa radikalisme merupakan embrio dari timbulnya terorisme. Namun demikian, tak bisa dikatakan ketika seseorang berpaham radikal dengan sendirinya akan menjadi teroris, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi teroris yaitu masalah domestik yakni, ketidakadilan suatu negara, adanya kemiskinan serta pemahaman terhadap kitab suci Agama yang sangat tekstual.

ToT yang dihadiri 230 peserta berasal dari tokoh perempuan dan pemuda dari berbagai organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, pengurus masjid dan akademisi ini dibuka secara resmi oleh Sestama BNPT Mayjen TNI Abdul Karim Kadir.

Dalam training tersebut, peserta ToT ini akan mendapatkan beberapa materi, di antaranya “Peran Wanita dan Keluarga dalam Pencegahan Radikal Terorisme” oleh Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa, “Radikalisme Terorisme serta Potensi Perkembangannya di Sulsel” oleh Ketua FKPT Sulsel Prof Arfin Hamid, dan “Posisi Sulsel dalam Peta Gerakan Radikal Terorisme Nasional dan Transnasional di Indonesia” oleh Ali Fauzi Manzi yang juga mantan teroris.


div>