JUMAT , 25 MEI 2018

Forbes Petani La Temmamala Desak Rekannya Dibebaskan

Reporter:

Ilham

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Februari 2018 22:00
Forbes Petani La Temmamala Desak Rekannya Dibebaskan

Ratusan petani yang tergabung dalam forum bersama (Forbes) petani La Temmamala menggelar unjuk rasa di depan kantor PN Watansoppeng, Selasa (13/2). Foto: Ilham/RakyatSulsel

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan petani yang tergabung dalam forum bersama (Forbes) petani La Temmamala menggelar unjuk rasa di depan kantor PN Watansoppeng, Selasa (13/2).

Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas nasib tiga rekannya yang duduk di kursi pesakitan akibat tertangkap pihak kehutanan karena menggarap kebunnya yang digarap turun-temurun. Pihak kehutanan mengklaim, tanah garapan tersebut masuk kawasan hutan lindung.

Ketiga petani itu bernama Sahidin, Sukardi dan Jamadi, warga Coppoliang, Kampung Jolle Desa Umpungeng yang ditangkap 22 Oktober 2017 lalu.

Ketua Forbes Petani La Temmamala, Rico Setiawan mendesak tiga petani itu dibebaskan. Menurutnya, penangkapan mereka tidak sah secara hukum.

“Ketiga petani ini lahir dan berkebun di kampungnya secara turun temurun, sementara penunjukan kawasan hutan Laposo Neneconang baru pada tahun 1982 dan penetapannya pada tahun 2014. Kami mendesak mereka dibebaskan,” ujar Rico Setiawan.

Rico menilai, penangkapan terhadap ketiga petani ini telah melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 95/PUU-XII/2014 tertanggal 10 Desember 2015 yang pada pokoknya menyatakan, ketentuan pidana kehutanan dikecualikan terhadap masyarakat yang secara turun-temurun hidup di dalam kawasan hutan dan tidak ditujukan untuk kepentingan komersial.

Aksi berjalan damai. Sejumlah petani masuk ruang sidang menyaksikan sidang rekan mereka.

Sidang kemarin, mengagendakan mendengar keterangan saksi-saksi terkait perkara ketiga petani itu. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Irianto Pujiatna Utama, yang juga Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng. (*)


div>