RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Formasi Belum Spesifik, Berkas Usulan Kuota CPNS Sulsel Ditahan

Reporter:

Al Amin

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 September 2018 08:19
Formasi Belum Spesifik, Berkas Usulan Kuota CPNS Sulsel Ditahan

Ilustrasi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Berkas usulan kuota dan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sulsel masih ditahan, yakni menunggu kepastian Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Syafruddin untuk ditandatangani.

Penahanan berkas ini ternyata sangat beralasan, yakni karena belum mendapat persetujuan menteri dengan alasan belum lengkap atau berkasnya belum secara spesifik.

Kepala Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wilayah Makassar, Sayadi mengatakan, jika pihaknya saat ini tengah melakukan rapat bersama instansi terkait seluruh Indonesia di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat untuk membahas penetapan kuota tersebut. Hanya saja dirinya mengatakan untuk penetapan jumlah pasti kuota Sulsel, hingga kini masih ditahan.

“Itu karena terdapat permasalahan yang belum diselesaikan, tadi ada informasi bahwa memang ada persoalan seperti permintaan formasi dari kabupaten kota belum terperinci. Misalnya untuk guru katakan 10 yang diusulkan namun ke sepuluh itu tidak spesifik guru apa?, Apakah SD, SMP atau SMA ? Mata pelajaran apa dll,” jelas Sayadi.

Selanjutnya, kata dia, butuh waktu satu hingga dua hari untuk merampungkan secara spesifik berkad usulan kebutuhan kuota tersebut. Pasalnya bukan dari Sulsel saja, namun keseluruhan provinsi di Sulawesi mengalami penahanan berkas.

“Untuk perampungan besok, dan banyak yang kembali ke Kemenpan untuk memastikan kembali. Butuh waktu satu hari atau dua hari menyelesaikannya karena di Sulawesi ini belum ada dan belum diberikan,” paparnya.

Sementara untuk kepastian penerimaan CPNS dijadwalkan tanggal 19 September, kata Sayadi hak itu dinilai masih tentatif, “saya belum yakin dan belum pasti. Itu sementara rencananya Karen informasi yang diberikan belum ada persetujuan pasti,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengaku untuk Pemprov Sulsel mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima bahwa hingga rapat selesai, hanya terdapat 82 Pemda yang disetujui dari 525 Pemda yang mengusulkan penetapan kuota dan formasi.

“Sementara untuk pemprov Sulsel dan 24 kabupaten dan kotanya termasuk dalam Pemda yang belum diserahkan formasinya. Karena masih menunggu tanda tangan menteri PAN RB, besok jumat kami diminta ke kantor kemenpan untuk kembali mendapatkan kepastian penyelesaiannya,” ujar Tautoto kepada Rakyat Sulsel.

Dalam website kemenpanRB disebutkan bahwa penerimaan CPNS diawali dengan tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018

Pelaksanaan seleksi pada minggu ketiga Oktober 2018 (SKD dan SKB). Pengumuman kelulusan pada minggu keempat November 2018. Sedangkan tahap pemberkasan dimulai pada bulan Desember 2018.

Pengadaan CPNS Tahun 2018 ini direncanakan akan membuka 238.015 formasi. 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat  (76 Kementerian dan Lembaga) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Peruntukan instansi Pemerintah Pusat terdiri dari : Jabatan Inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi, Guru Agama sebanyak 8.000 formasi, Tenaga Kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis), serta Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran online (sscn.bkn.go.id). Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.

Sementara itu, fokus pemerintah terhadap penerimaan CPNS 2018 ini yakni untuk meningkatkan daya saing bangsa, dengan prioritas pada bidang pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini adalah untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, pada acara Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9).

Dikatakan bahwa, prioritas perencanaan pengadaan CPNS pada jabatan-jabatan tersebut disesuaikan dengan program pembangunan Pemerintahan Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden  M. Jusuf Kalla.

Di sisi yang lain, pengadaan CPNS tahun ini bersamaan dengan perubahan yang bergulir begitu cepat di era industri 4.0 yang bercirikan dominannya peran mesin dan otomatisasi, serta terintegrasinya sistem komputasi dan jejaring dalam proses fisik.

“Karena itu, untuk menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut, kita harus mempersiapkan SDM Aparatur berkelas dunia yang berintegritas, memiliki nasionalisme, profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), ramah dan melayani (hospitality), serta memiliki daya jejaring yang kuat (networking),” ucap Syafruddin.

Saat ini jumlah PNS sekitar 4,3 juta, dengan proporsi terbesar selain guru dan tenaga kesehatan adalah tenaga pelaksana/administratif sebesar 1,6 juta atau sekitar 38% dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6%. Komposisi PNS yang tidak seimbang tersebut akan menyulitkan dalam menghadapi tantangan ke depan.(*)


Tag
div>