SELASA , 18 DESEMBER 2018

Fraksi Gerindra Tolak APBD Gowa, Masyarakat Nilai Sarat Kepentingan Politik

Reporter:

faisalpalapa

Editor:

Senin , 26 Desember 2016 01:01

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Sikap Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Gowa, yang menolak APBD 2017, ditanggapi negatif oleh kalangan masyarakat. Pasalnya, penolakan itu lebih terkesan politis dan sarat kepentingan.

Hal ini dikuatkan dengan pandangan enam fraksi lainnya yang menerima baik APBD 2017 dan hanya Fraksi Gerindra yang melakukan boikot dan penolakan. Guru mengaji asal Kecamatan Bontonompo, Daeng Naba misalnya, menuturkan, seharusnya anggota dewan yang melakukan penolakan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadinya, pasalnya di APBD tersebut terdapat kepentingan umum.

“Seperti kami guru mengaji, kalau pembahasannya diboikot atau diulur bahkan ditolak, tentu akan berdampak ke honor atau gaji kami,” ungkapnya. Masyarakat lainnya, Hamdat, juga berpandangan, sikap politik Fraksi Gerindra tidak mencerminkan sikap membela kepentingan masyarakat tapi lebih condong ke kepentingan pribadi.

“Kami masyarakat tau betul, kalau APBD ini tidak disahkan cepat atau bahkan ditolak, pasti akan berdampak ke masalah pendidikan. Ujung-ujungnya, program pendidikan di Gowa ini pasti akan terganggu. Yang dirugikan kami dan anak-anak kami yang masih sekolah,” kritiknya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menganggap sikap Fraksi Partai Gerindra adalah dinamika yang biasa. Walaupun memang, kata bupati termuda di Indonesia Timur ini, soal APBD sangat sensitif karena menyangkut seluruh lining sektor di daerah.

“APBD ini menetukan kehidupan masyarakat Gowa, gaji PNS dan sertifikasi guru, gaji imam masjid dan pembiayaan program pemerintah. Perlu kerjasama dari kita semua, agar APBD ini bisa berjalan dengan maksimal,” ujarnya. (*)


Tag
div>