SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Fraksi PKB Desak Nurdin Abdullah Copot Direktur RSUD Bantaeng

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Senin , 16 Juli 2018 17:00
Fraksi PKB Desak Nurdin Abdullah Copot Direktur RSUD Bantaeng

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muh Asri. Foto: Jejeth/RakyatSulsel

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muh Asri mendesak Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA) untuk segera mencopot Direktur RSUD Bantaeng, dr. Sultan.


Ratusan tenaga honorer yang terdiri dari sejumlah Dokter konrak, Bidan, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang tergabung dalam Aksi Solidaritas dan Keprihatinan Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (RSUD Bantaeng) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, Jalan Andi Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Senin (16/7). Foto: Jejeth/RakyatSulsel

Alasannya, apabila ada pasien yang meninggal karena tidak mendapatkan penanganan oleh dokter yang mogok kerja maka Direktur RSUD dan Bupati Bantaeng (NA) harus bertanggung jawab dan menyelesaikan pembayaran gaji tenaga kesehatan yang enam bulan belum dibayarkan.

“Siapa yang mau bertanggung jawab kalau para dokter mogok sampai besok ?, bagaimana kalau ada pasien yang meninggal gara – gara dokter mogok. Dan yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Bupati dan direktur rumah sakit,” jelas anggota Komisi A ini, di ruang rapat DPRD Bantaeng, jalan A. Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Senin (16/7).

“Bupati harus peka, harus segera mengambil langkah untuk mencopot dr. Sultan. Karena sekarang menajemen rumah sakit sudah tidak harmonis,” tutupnya.

Terjadi juga perdebatan yang alot saat audiens pegawai medis RSUD Bantaeng di ruang rapat DPRD dan hampir diwarnai adu jotos. Hal itu terjadi saat Direktur RSUD Bantaeng, dr. Sultan adu gebrak meja dengan salah seorang legislator DPRD Bantaeng dari Fraksi PKB, Muh. Asri. (*)


div>