RABU , 12 DESEMBER 2018

FTI UMI Jadi Tuan Rumah International Coaching Week

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

asharabdullah

Jumat , 04 Mei 2018 12:01
FTI UMI Jadi Tuan Rumah International Coaching Week

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perkumpulan para pembina skala internasional, International Coach Federation (ICF) Jakarta Charter Chapter akan menyelenggarakan International Coaching Week di Makassar.

Di Makassar, International Coach Federation menggandeng FTI UMI. Tempat yang dipilih adalah Auditorium KH Muhammad Ramly, kampus Fakultas Teknologi Industri (FTI) pada UMI, di Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (8/5/2018) mendatang.

International Coaching Week merupakan rangkaian kegiatan di 7 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Malang, dan Makassar.

Coaching berdasarkan definisi dari ICF adalah proses Komunikasi yang di dalamnya ada kesetaraan, dimana coach membantu coachee untuk mengeluarkan potensi terbaik dari dalam dirinya.

Coaching bisa membuat seseorang lebih berdaya, memiliki awareness dan bisa memiliki sense of belonging yang lebih tinggi terhadap goalsnya.

Terkait kerjasama dengan dunia pendidikan, dalam hal ini FTI UMI, psikolog Fauziah Sulfitri mengatakan, ICF menyambut baik karena metode ini penting untuk diajarkan kepada para dosen.

Pasalnya, saat ini, dosen menghadapi generasi yang berbeda, yang tidak bisa di-direct, tidak bisa diperintah atau diberikan instruksi saja, dan tidak bisa selalu disuapi.

Coaching akan membantu mahasiswa lebih mandiri dan berdaya untuk bisa mencapai goals akademiknya.

Dekan FTI UMI Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng mengatakan, generasi millennial adalah generasi yang unik. Memahami mereka adalah hal yang tidak mudah.

Dia menambahkan, metode caching akan membantu dosen menyelam lebih dalam pada dinamika berpiki millennials dan bisa memberdayakan mereka tanpa harus lelah selalu memberikan instruksi.

“Harapan ICF dari kegiatan ini adalah bisa mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat, dunia korporasi, dunia akademis dan seluruh lapisan sosial mengenai Coaching,” ujar Fauziah.

Coach yang akan hadir adalah Kurnia Siregar, PCC mantan President ICF Chapter Jakarta; – Ina Rizqie Amalia, PCC, mantan President ICF JAkarta; Dessy Arnas, President ICF Jakarta saat ini; Fauziah Zulfitri, ACC Professional Coach; dan beberapa coach yang lain.

“Fauziah adalah ACC Professional Coach dan wanita pertama di Indonesia Timur yamg mendapatkan predikat credential ACC dari ICF dan beberapa coach yang lain,” ujar Zakir.

Sebelum dilaksanakan sesi coaching demo dan individual coaching dimana pesertanya adalah dosen FTI UMI, akan dilaksanakan sharing session bertajuk ‘What is Coaching and Coaching in Educatio’n oleh Fauziah.

Kegiatan sharing session akan berlangsung selama 1 jam dan dapat dihadiri secara gratis oleh peserta baik dari mahasiswa, dosen maupun peserta umum.

Tentang ICF

ICF Jakarta Charter Chapter, yaitu perkumpulan yang beranggotakan para coaches berskala internasional.

Untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai ICF, silahkan kunjungi www.coachfederation.org dan www.facebook.com/ ICFJakartaChapter.

Salah satu acara tahunannya adalah ‘International Coaching Week”.

Selama acara ini, seluruh chapter ICF di seluruh dunia mengundang para individu dan organisasi untuk “merasakan coaching”.

Dimulai pada tahun 1999 oleh seorang anggota ICF bernama Jerri N Udelson, MCC, ICW dimaksudkan untuk mendidik masyarakat tentang nilai yang didapat ketika bekerjasama dengan seorang coach profesional, serta menjelaskan berbagai hasil dan kemajuan yang diperoleh selama proses coaching tersebut.

ICW Jakarta Charter Chapter sendiri akan diadakan di kota besar.

Instansi atau organisasi yang menjadi tuan rumah disetiap kotanya sangat beragam, antara lain atlet bola tangan, El John Pageants Indonesia, komunitas guru, komunitas pengusaha hotel dan restoran, komunitas pengusaha, komunitas perempuan.

Juga perguruan tinggi seperti Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan yang dilakukan adalah overview tentang coaching dan ICF, setelah itu dilanjutkan dengan sesi probono (free) coaching.

Selanjutnya umpan balik dari peserta dan penutupan.

Kenapa ada sesi coaching-nya?

Agar peserta mendapatkan dampak yang lebih luas dengan coaching.(*)


Tag
div>