JUMAT , 15 DESEMBER 2017

FUPPPI KERJASAMA PUSAT STUDI AL-QUR’AN JAKARTA

Reporter:

Editor:

Nunu

Selasa , 10 Oktober 2017 11:14
FUPPPI KERJASAMA PUSAT STUDI AL-QUR’AN JAKARTA

int

Forum Ukhuwah Pengelola Pondok Pesantren Indonesia (FUPPPI) bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSA) besutan Prof.Quraish Shihab dengan melaksanakan
Pelatihan Implementasi Kurikukum Islam Edu bagi guru-guru pesantren di Gedung Islamic Centre IMMIM Jl.Jendral Sudirman Makassar (10/10).
Hadir Ketua Umum YASDIC IMMIM sekaligus Ketua Umum FUPPPI, Ir.H.M.Ridwan Abdullah, M.Sc, Ketua YASDIC Unit Pesantren Ir.Hj.Nurfajeri FL, M.Pd, Manajer Program Studi Alquran Jakarta Muhammad Arifin, M.A dan tim Sekjen DPP IMMIM Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, Direktur Pesantren IMMIM Putra Dr.H.Taufan dan sejumlah peserta. Peserta berasal dari utusan pesantren wilayah Makassar, Maros, Pangkep, dan Gowa.
Muhammad Arifin, M.A menyatakan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari Pusat Studi Alquran yang didirikan oleh Prof.Quraish Shihab. Tujuannya untuk memberi kontribusi dalam memahami Alquran untuk bangsa dan negara. Salah satu programnya, adalah kegiatan Pelatihan Kurilulum Islam edu untuk guru agama.
Pelatihan ini mengkaji konsep yang ada di dalam Islam. Misalnya pemahaman tentang sedekah. Dulu sedekah dipahami berasal dari orang kaya kepada orang miskin. Padahal ada makna yang lebih dalam, yakni ada hak orang miskin yang dimiliki orang kaya. Jadi orang yang bersedekah tidak akan ujub sebagai orang dermawan, tetapi ia memahami memang kewajibannya untuk memberikan hak orang miskin. Sebab shadaqah artinya bentuk kejujuran diri terhadap harta milik sendiri. Menunaikan zakat dengan memberi adalah kejujuran terhadap diri dan harta pemiliknya, urainya.
Selain itu, program Pasca Tahfizh, program ini menyasar Hafizh yang sudah hafal 30 juz. Disadari banyak penghafal Alquran tetapi mereka tidak mengerti arti ayat yang dihafalnya. Pusat Studi Alquran membekali mereka dengan memberikan ilmu-ilmu penafsiran untuk memperkuat ilmu yang dimiliki para penghafal Alquran tersebut.
Sebagai perbandingan di luar negeri para penghafal Alquran, selain hafal Alquran, mereka juga maju akademisnya. Program berikutnya adalah Jumatan di Mal. Hal ini dilakukan karena banyak jamaah yang tidak tertampung di Mal kalau hari Jumat. Materi khutbahnya juga “panas”. Walaupun PSA harus mengeluarkan dana 8-8.5 juta per jumat untuk sewa hall dan insentif khatib, tetapi inilah kepedulian PSA untuk menyiapkan khatib yang materinya sesuai dengan Islam rahmatan lil alamiyn. Salah satu keberhasilan program ini dengan komitmen Facific Place di Jakarta yang akan melaksanakan Jumat seperti yang dikembangkan oleh Pusat Studi Alquran, urainya.
Program lain adalah “cari ustaz” melalui aplikasi. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi nanti umat bisa mendownload program tersebut melalui android.
Selanjutnya program Pendidikan Kader Mufassir, khusus bagi mahasiswa S2 atau S3 yang memiliki tesis dan disertasi yang meneliti dengan memakai literatur Islami bukan studi kontemporer. Juga ada program PPL untuk mahasiswa selama 2 minggu, khusus bagi Jurusan Ushuluddin Tafsir Hadis. Dibimbing langsung oleh Dewan Pakar dan Kuliah Umum Prof.Quraish Shihab. Program PSA juga menyasar akademisi dan masyarakat umum, khususnya program khalaqah Tafsir (Tahliliy dan Maudhui).
Semoga ini bisa dikerjasamakan dengan FUPPPI untuk menyelesasikan persoalan keumatan ke depan, kuncinya.
Ketua Umum YASDIC IMMIM Ir.H.M.Ridwan Abdullah, M.Sc menyatakan saat ini berada pada suasana berbahagia dan terima kasih atas kerjasama kegiatan ini. Ini sangat penting karena tekad IMMIM antara lain membangun peradaban dan keadaban bangsa berbasis masjid. Demikian pula motto IMMIM bersatu dalam aqidah, toleransi dalam furu’ dan khilafiyah.
Prof.Quraish Shihab sebagai salah satu aktifis IMMIM di awal berdirinya. Karena itu, beliau tidak bisa dilepaskan dari IMMIM. Ini sangat relevan. Selain itu, FUPPPI didirikan untuk melaksanakan komunikasi intens dengan pondok pesantren, pemerintah dan masyarakat. Tujuannya masing-masing pesantren memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki potensi. Potensi itu perlu dibagi kepada yang lain. Kita akan saling sharing dan diskusi dalam mengelola pondok pesantren, khususnya dalam mendalami Alquran, harapnya.
Disebutkan IMMIM memiliki 3 karakter, yakni nilai nasional, nilai spiritual, dan nilai profesional yang akan memiliki kompetensi yang diandalkan. Ini untuk mengatasi masyarakat kaya dan miskin yang muncul disparitas. Siapa yang salah? Karena itu santri dibekali dengan beragam potensi dan akan keluar menjadi pemimpin di masa depan, harapnya.
Selain itu, program IMMIM melalui 4 pilar kemakmuran masjid (mubalig, imam, pengurus masjid dan jamaah).  Perjuangan IMMIM tentang pendidikan sebagai tanggung jawabnya. Karena itu, sekali lagi terima kasih kepada Tim Islam Edu dan para peserta. Ini langkah awal membangun kerjasama dengan Islam Edu. Bahkan ada Diskusi bulanan IMMIM yang sudah berlangsung selama 17 tahun setiap bulan membahas masalah-masalah aktual. Jika Prof.Quraish Shihab hadir sebagai pemateri, maka peserta membludak sampai 3 kali lipat, kuncinya.
Semoga pelatihan ini membawa perkembangan baru dalam memahami dan mengimplementasikan pendidikan Islam rahmatan lil alamaiyn. Amien.

div>