MINGGU , 22 JULI 2018

Gafatar Organisasi Terlarang, Perlu Segera Ditertibkan dari Sulsel

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 13 Januari 2016 20:11
Gafatar Organisasi Terlarang, Perlu Segera Ditertibkan dari Sulsel

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tidak pernah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena itu perlu segera ditertibkan, apalagi gerakan-gerakan kelompok tersebut patut diduga mengarah pada kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma agama Islam.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu’mang pun mengatakan, Gafatar merupakan organisasi terlarang. Kata dia, itu sesuai dengan penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kemendagri juga sudah menyatakan ini tidak terdaftar.

“Gafatar ini kan sudah dilarang beraktifitas, bukan cuma di Sulsel tapi secara nasional,” kata Agus, Rabu (13/1).

Untuk itu, Agus mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi segala bentuk kegiatan mencurigakan. “Bisa saja itu bentuk perekrutan organisasi yang tidak jelas,” tambahnya.

“Apabila terdapat pengajian serta kegiatan mencurigakan dan tertutup segera laporkan ke pihak berwajib, atau aparat keamanan lingkungan ini untuk mencegah ajaran sesat” Imbau Agus.

Menurutnya, sebenarnya Gafatar ini orang-orang lama yang pernah ikut dalam organisasi sama yang memiliki ajaran sesat, tetapi berganti nama.

Terkait warga Sulsel yang dinyatakan hilang karena masuk dalam Gafatar, Ia meminta agar pihak keluarga segera melaporkan ke kepolisian.

“Saya minta pihak keluarga segera melengkapi data, agar dapat segera dilakukan pencaharian. Rata-rata yang dinyatakan hilang ini keberadaanya ada di Kalimantan,” ungkapnya.

Dari beberapa sumber disebutkan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bukanlah organisasi baru di Indonesia. Pendeklarasian yang dilakukan pada 21 Januari 2012 di gedung JIEXPO Kemayoran dan diketuai oleh Mahful M. Tumanurung ini. Namun tak lama dideklarasikan ternyata pemerintah Indonesia telah mencium adanya sesuatu yang salah dari organisasi ini.

Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa Gafatar adalah organisasi yang terlarang. Pelarangan tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012. Namun sayang surat larangan tersebut sepertinya tidak menyurutkan niat para pemimpin dan anggota Gafatar untuk memperluar organisasi mereka di Indonesia.

Hingga akhirnya di awal Januari 2016 ini semua perhatian masyarakat tertuju pada organisai yang diikuti oleh beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang telah dinyatakan hilang di beberapa daerah. Selain banyaknya orang hilang karena mengikuti organisasi tersebut.

Beberapa warga Yogyakarta dan sekitarnya hilang diduga ikut Gafatar hilang. Mereka adalah dr Rica Tri Handayani dan anaknya, Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; seorang PNS RSUP Dr Sardjito berinisial ES; serta Ahmad Kevin Aprilio pelajar SMA yang hilang bersama ayahnya.

Gafatar sering berganti nama. Sebelum menggunakan nama Gafatar, nama yang dipakai adalah Milah Abraham. Organisasi tersebut juga sempat berganti nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA). Milah Abraham dicap sebagai komunitas ajaran sesat karena mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kelompok ini sempat marak di Depok, Jawa Barat, pada 2010.


div>