SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Gagal Gandakan Uang Rp90 Juta, Oknum Dosen Culik Anak Dukun

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 11:47
Gagal Gandakan Uang Rp90 Juta, Oknum Dosen Culik Anak Dukun

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -LAI (56) dosen fakultas hukum Universitas Mataram (Unram) ditangkap polisi. Dia diduga terlibat penculikan bersama tiga orang rekannya. LAI ditangkap di kediamannya di kediamannya di desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Lombok Tengah Senin (17/4) sekitar pukul 13.00 Wita.

Keterlibatan LAI dalam kasus yang menyeretnya ke proses hukum bermula dari keinginannya menggandakan uangnya. LAI lalu menyerahkan uang yang jumlahnya hingga Rp90 juta kepada orang tua korban berinisial FN (25) di Dusun Kwangsawi, Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Namun, tidak berhasil sehingga berujung pada ketidakpuasan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP Antonius Faebuadodo menjelaskan pelaku yang tidak puas, lalu mengatur strategi dengan dalih ingin bertemu dengan orang tua korban untuk membahas masalah penggandaan uang. Akhirnya terjadi pertemuan antara pelaku dengan orang tua korban di Masbagik Timur, Kamis lalu (13/4).

Saat pertemuan tersebut, orang tua korban mengajak korban untuk menemui pelaku. Setelah bertemu, lalu pelaku ingin membawa paksa orang tua korban namun dihalangi oleh korban. Orang tua korban berhasil lari dan melepaskan diri. “Akhirnya korbanlah yang dibawa dan disekap oleh pelaku sebagai jaminan,” kata Antonius, Selasa (18/4).

Saat itu, LAI ditemani LS (47), LP (46) yang ketiganya merupakan warga Rebila, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Satu lagi pelaku berinisial PH (50) warga Dusun Nenggung Barat Desa Paokmotong Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

Saat membawa korban sambung Antonius, pelaku mengaku sebagai anggota buser dan intel yang akan membawa korban ke Polda NTB. Namun sesampai di perempatan Mantang Lombok Tengah, para pelaku belok kiri ke arah selatan menuju rumah pelaku LAI sebagai tempat penyekapan.

Orang tua korban lalu melaporkan kasus penyekapannya anaknya. Setelah empat hari penyekapan, polisi menangkap para pelaku. “Para pelaku penculikan ditangkap di tempat yang berbeda, dimana tiga orang pelaku ditangkap di rumahnya LAI. Saat dilakukan penangkapan di rumah tersebut juga ada korban yang sedang disekap. Sementara pelaku PH ditangkap di tempat terpisah di Kecamatan Keruak,” jelasnya.


Tag
div>