KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Gagal Jalankan Skenario di Parpol, Pembegal Demokrasi Kini Halalkan Segala Cara Ganggu IYL-Cakka di Independen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 12 Desember 2017 15:53
Gagal Jalankan Skenario di Parpol, Pembegal Demokrasi Kini Halalkan Segala Cara Ganggu IYL-Cakka di Independen

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Skenario pembegalan demokrasi terhadap pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel makin massif. Aktornya pun, kini sudah ketahuan yang tak lain kubu salah satu kandidat.

Setelah gagal menjebak IYL-Cakka di jalur parpol, kini para pembegal demokrasi mencoba memainkan skenario menggembosi berkas dukungan pasangan Mr Komitmen ini di jalur perseorangan.

Pintu masuknya, menggiring opini ke publik, baik melalui rilis yang dikirim ke media, maupun mempopulerkan isu pencaplokan yang seolah-olah IYL Cakka melakukan kecurangan.

Akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Iqbal Sultan mengurai, dugaan pembegalan demokrasi yang sedang dijalankan menghambat IYL-Cakka dinilai bagian intrik dan tarik menarik kepentingan.

“Tentu saja setiap orang yang ingin berkuasa, atau yang ingin disekelingnya yang mendukung orang-orang berkuasa, tentu saling senggol menyenggol. Artinya, bukan hanya menampilkan kekuatannya di depan publik, orang yang diusung atau tokoh sentralnya sendiri, tapi dia juga harus mencari kelemahan lawan-lawannya,” kata Iqbal, Selasa (12/12/2017).

Dia mengatakan, gerakan kelompok pembegal demokrasi cenderung membuat gerakan yang membenarkan dirinya dan mengkerdilkan orang lain. Kendati demikian, dia mengatakan, untuk mendapatkan kekuasaan seperti itu memang sudah menjadi hal yang biasa dalam politik.

“Sehingga manuver politik yang demikian biasa dilakukan dengan berbagai cara untuk bisa mendapatkan dukungan atau mengurangi dukungan dan melemahkan lawannya. Jadi salah satu aspek yang paling mudah untuk diteropong oleh pasangan calon independen itu adalah dukungan melalui KTP itu. itu kekuatan dan kelemahannya,” jelasnya.

Saat ditanya perihal adanya dukungan IYL-Cakka yang bocor di sejumlah daerah, dia tidak menampik bahwa itu adalah sebuah proses pembegalan demokrasi.

“Dengan cara menggembosi semaksimal mungkin dukungan lewat KTP, maka di katakan sebagai pembegalan. Kalau lewat kekuatan yang dukungan partai politik dianggap juga pembegalan, kalau umpamanya ada dukungannya dan partai itu diambil oleh kandidat lain. Itu yang namanya pembegalan,” ucapnya.

Dijelaskan lebih jauh, baik dukungan perseorangan maupun partai politik, keduanya memiliki peluang untuk saling membegal. (*)


div>