JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Gagal Terapkan Parkir Online Beralih ke Hand Held

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Selasa , 28 Agustus 2018 10:55
Gagal Terapkan Parkir Online Beralih ke Hand Held

Direktur Operasional PD Parkir Makassar Raya, Syafrullah. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Perusahaan Daerah (Perusda) Parkir Makassar Raya mencoba peruntungan dengan menerapkan sistem parkir berteknologi tinggi hand held pasca gagal menggunakan teknologi sebelumnya parkir sistem daring (online). Penggunaan sistem ini diujicobakan di kawasan Kanre Rong Karebosi.
Direktur Operasional (Dirops) PD Parkir Makassar Raya, Syafrullah, mengatakan, penggunaan sistem teknologi parkir hand held di kawasan kuliner dan kerajinan bertujuan membuat pengelolaan lebih transparan.
“Persoalan kejelasan saja jumlah parkir yang ada sekian, jumlah pendapatan sekian, biar jelas dan transparansi dalam pengelolaan perparkiran,” terang Syafrullah, Senin (27/8).
Rul, sapaan akrab Syafrullah, menjelaskan, saat ini sistem parkir hand held sudah dilakukan. Meski begitu, pihaknya masih tahap uji coba dengan menerapkan sedikitnya sepuluh petugas.
Selain itu, penerapan sistem parkir hand held yang dilakukan PD Parkir tanpa mengeluarkan anggaran sepersenpun. Pasalnya, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan PT Kinarya Terbaik Indonesia.
“Kita kerjasama dengan pemilik alat, jadi alatnya tidak dibeli. Kita sharing dengan mereka dan mereka kerjakan insfrastrukturnya, kami PD Parkir pengelolaannya, jadi pendapatannya disharing,” jelasnya.
Disinggung soal sistem hand held digunakan diluar Kanre Rong, Syafrullah mengatakan, pihaknya belum berani menerapkan ke titik parkir yang ada di Makassar, pasalnya kuatir jika penerapan sistem ini akan gagal saat penggunaan sistem parkir online.
“Kita coba dulu di sini (Kanre Rong), permantap dulu, jangan sampai alatnya kayak kemarin (parkir online). Kita permantap dulu,” ujarnya.
Sementara, Direktur Umum PD Parkir, Rusdi Muhadir, mengatakan, pihaknya mulai menerapkan sistem perparkiran berteknologi tinggi berupa hand held di kawasan pusat kuliner Kanre Rong di Karebosi.
Seluruh pengawas yang mengatur perparkiran sebelah kanan Jl RA Kartini, tepatnya di sebelah selatan Lapangan Karebosi telah dilengkapi dengan peralatan hand held dimana untuk sementara telah gunakan sebanyak lima unit.
“Pengawas parkir bagian kanan Jl RA Kartini menggunakan alat hand held. Teknologi parkir untuk menarik tarif parkir yang khusus digunakan pada area marka parkir kawasan Kanre Rong dengan tarif progresif nantinya. Namun, untuk sementara ini masih sosialisasi dan masih menggunakan tarif secara flat Rp5.000 sekali parkir,” ucapnya.
Rusdi mengatakan, peralatan ini (hand held) memiliki fisik menyerupai handphone, akan tetapi fungsinya hanya khusus untuk kebutuhan parkir. Diharapkan teknologi ini mampu lebih memaksimalkan pelayanan dan penataan perparkiran di tempat tersebut.
Selain itu, juga untuk mewujudkan sistem keuangan yang lebih transparan dan menekan kebocoran pada pendapatan serta meminimalisir adanya Juru Parkir (Jukir) liar.
“Harapannya kedepan hal ini bisa menjadi transformasi pelayanan parkir yang lebih maksimal di Kota Makassar, termasuk untuk persiapan menyambut ratusan pemimpin daerah inovatif yang dijadwalkan berkunjung ke tempat ini, 30 Agustus mendatang,” katanya.
Cundi, sapaan akrab Rusdi Muhadir, menjelaskan, model ini bisa diaplikasikan di sekira 1.800-an titik parkir di Kota Makassar dan tentunya akan menjadi percontohan secara nasional.
Diketahui, sebelumnya salah satu Perusahaan Daerah (Perusda) bidang perparkiran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melakukan terobosan baru dengan menerapkan teknologi sistem parkir online di 54 titik di Kecamatan Ujung Pandang, namun gagal total. Padahal, setiap jukir oline ini diberikan fasilitas atau alat untuk digunakan, yakni Handphone (HP) Samsung J7 yang berharga Rp3,5 juta. Selain itu, alat pencetak (print) yang mengeluarkan struk alat bukti parkir online, akhirnya ditarik PD Parkir.
Tidak sampai di situ, keinginan PD Parkir mewujudkan Makassar menjadi Smart City dalam perparkiran bertambah parah dengan ambisi Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad, menerapkan parkir di seluruh kecamatan di Kota Makassar dengan target 100 titik per bulan sepanjang tahun 2018 berujung gagal total. (D)


Tag
  • PD Parkir
  •  
    div>