MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Gagas Skenario Aklamasi di Makassar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 13 April 2016 10:41
Gagas Skenario Aklamasi di Makassar

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) kebanjiran tawaran koalisi. Setelah Airlangga Hartarto, Setya Novanto, dan Azis Syamsuddin, giliran Ketua DPP Golkar bidang Organisasi dan Daerah Mahyudin yang mengunjungi SYL di Rujab Gubernur Sulsel, Selasa (12/4).

Dalam pertemuan tersebut, Mahyudin dan SYL bersepakat untuk memanggil beberapa caketum untuk menggagas koalisi. Sebab, proses Munaslub secara aklamasi mulai diwacanakan. Rencananya pertemuan ini akan digelar di Makassar beberapa hari ke depan.

“Kami berencana mengundang calon lainnya untuk bicara satu meja agar tak perlu persaingan ketat. Empat calon, itu baru inisiasi dari Pak Syahrul, mulai dari Airlangga, Azis dan saya untuk berbicara, termasuk Setnov kalau bisa untuk menyampaikan persepsi bersama. Tidak perlu ada ribut-ribut sehingga diupayakan aklamasi,” kata Mahyudin.

Selain itu, Mahyudin mengakui beberapa permasalahan mulai muncul menjelang Munaslub, seperti wacana pembayaran mahar senilai Rp 20 milliar bagi caketum.

Menurut Mahyudin, jumlah ini sangat besar dan menjadi beban tersendiri bagi dirinya dan calon lainnya.

“Mudah-mudahan tidak ada, karena ini bisa menimbulkan opini publik yang buruk. Kalau pun ada tak sebesar itu, lagian untuk pelaksanaan Munaslub itu menjadi tanggung jawab panitia. Sejauh ini belum diputuskan oleh SC (Steering Committee) terkait biaya itu,” kata Mahyuddin.

[NEXT-RASUL]

Untuk itu, dirinya bersama beberapa calon lainnya mendorong dibentuknya komite etik yang akan mengawasi para calon untuk menghindari money politik. Bahkan, Mahyudin mengusulkan bagi yang terbukti harus dijatuhkan sanksi, seperti pembatalan maju di Munaslub.

Sementara Syahrul sendiri mengakui, dirinya bersama beberapa calon lainnya memang ingin mengupayakan aklamasi dalam Munaslub mendatang. “Saya suka fight, tapi kalau aklamasi itu sangat memungkinkan. Segera akan dikumpulkan seluruh tim sukses untuk membahas jumlah dukungan masing-masing agar bisa disatukan. Tidak boleh ada yang dikecewakan saat penyusunan ke pengurusan tersebut,” katanya.

Menurutnya, jika koalisi ini berhasil dibangun, bukan tidak mungkin perpecahan di tubuh Golkar tak akan terulang lagi di Munaslub mendatang.

SYL pun menyatakan siap mengundurkan diri dari caketum Golkar jika ada mahar politik yang harus dibayar. “Biaya apapun itu, saya akan mundur dan saya tidak suka, saya tidak mau kecewakan pendukung. Ini sebagai bentuk pendidikan politik bagi yang lain, toh selama ini dalam Pilkada yang saya ikuti tak pernah ada seperti itu,” tegasnya.

Diketahui sebelumya, pendanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dibebankan kepada calon ketua umum yang ingin bertarung. Masing-masing dibebankan biaya mencapai Rp20 miliar.

[NEXT-RASUL]

“Ada usulan hampir Rp20 miliar satu calon,” kata Anggota Tim Sukses Calon Ketua Umum Golkar Ade Komarudin, Ahmadi Noor Supit ditayamgkan dalam salah satu stasiun TV swasta nasional.

Angka itu disebut Supit, merupakan gagasan dari Steering Committee (SC) Munaslub. Selain membiaya perhelatan Munas, angka itu akan digunakan sebagai biaya transport para peserta Munaslub.

“Sementara ini ada gagasan, tapi belum disepakati di rapat pleno,” jeas Supit.Supit mengaku, pihaknya merasa keberatan dengan angka sebesar itu. Terlebih mayoritas calon yang akan maju adalah anggota DPR. “Kalau calon-calonnya misalnya anggota DPR, ini bisa menjadi fitnah lagi,” tandasnya. (ril/uki/D)


div>