Gandeng KAI, Perumnas Hadirkan Kawasan Terintegrasi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali meresmikan pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina.

Pembangunan ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan program satu juta rumah dan juga mengurangi angka backlog perumahan.

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, peresmian proyek hunian TOD ini merupakan peresmian kedua setelah sebelumnya TOD Perumnas KAI di Stasiun Tanjung Barat dilakukan.

Perumnas dan PT KAI akan mengoptimalisasi pemanfaatan lahan strategis KAI untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD, terutama untuk ruang-ruang vertikal yang belum dimanfaatkan.

“Selain untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal, kami juga mengusung terciptanya berkurangnya polusi di Jabodetabek,” ujar Bambang dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10) kemarin.

Di samping itu, tujuan membangun kawasan TOD adalah untuk mengubah lifestyle penduduk Indonesia, khususnya di kawasan Jabodetabek. Dengan menerapkan aktivitas harian yang ramah lingkungan dan juga efektif serta efisien dari sisi waktu maupun biaya.

“Saat ini kami hadir kembali untuk meramaikan pasar property di Depok, lanjutnya. Tidak semata seperti konsep hunian yang menjamur seperti sekarang ini, namun konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi dan dekat dengan pusat perbelanjaan, sarana pendidikan dan lainnya,” kata Bambang.

Hunian ini rencananya akan dibangun empat tower dan bisa menampung 3.693 unit hunian dengan lahan seluas 27.706 m2 dan nilai investasi Rp 1,45 triliun. Sekitar 25 persen dari jumlah hunian memang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada proyek TOD Depok ini memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga tipe hunian dengan 3 kamar tidur. Khusus untuk rusunami, tipe hunian paling minimal adalah dengan luas tipe 3: 32 m2 (1 kamar tidur).(chi/jpnn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here