SENIN , 16 JULI 2018

Gara-gara Kepsek Dimutasi, Orang Tua Murid Bakal Menyegel Sekolah

Reporter:

Atho

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 Juli 2018 10:12
Gara-gara Kepsek Dimutasi, Orang Tua Murid Bakal Menyegel Sekolah

SD Negeri No.99 Kampung Beru. Foto: Supahrin/RakyatSulsel

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki tujuh bulan pemerintahan Bupati Takalar H. Syamsari Kitta dan Wakil Bupati Takalar H. Ahmad Daeng Serre tercatat sudah beberapa kali melakukan mutasi pertama diawali mutasi pada bulan juni yang dimulai mutasi eselon III A/IIIB, kedua eselon IIB/IIA, ketiga 401 Kepsek Sekolah Dasar (Sd) dan Kepala Sekolah menengah pertama (SMP) dan beberapa kepala Puskesmas di Takalar ikut juga dimutasi.

Diperjalanan mutasi ini, orang tua murid bersama warga serta ahli waris pemilik lahan bakal menyegel Sekolah Dasar Negeri No.99 Kampung Beru, Desa Palalakkang Kecamatan Galesong, lantaran mereka kesal dan kecewa kepada Pemerintah Kabupaten Takalalar karena Kepala SD Negeri No.99 Kampung Beru, Hj.Sarniya dimutasi ke sekolah lain dan diturunkan jabatannya sebagai guru bantu.

Salah satu orang tua murid, Daeng Kanang mengatakan, dirinya sangat tidak setuju ketika Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri No.99 di mutasi ke sekolah lain dan diturunkan sebagai guru bantu.
“Kenapa mesti dipindahkan kesekolah lain pak bupati dan dijadikan sebagai guru bantu, karena selama ini kami anggap Hj.Sarniya baik kinerjanya sebagai kepala sekolah dan sangat bermasyarakat, ” ungkapnya, Senin (9/7).

Daeng Kanang berharap kepada Bupati Takalar agar tetap menjadikan Hj.Sarniya sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri No.99 Kampung Beru.

Begitupula yang disampaikan Muh Imam Fajar selaku warga Pemuda Palalakkang sekaligus anggota Kokam Pemuda Muhammadiyah Takalar, dia menegaskan sangat tidak setuju dan menolak keras atas di mutasinya Hj. Sarniya.

“Karena kita ketahui dimasa jabatannya sangat berjasa kepada masyarakat serta membuat masyarakat bangga atas kinerjanya sebagai kepala sekolah serta disiplin dan ramah kepada masyarakat, kami selaku pemuda akan melakukan aksi menolak keras kepala sekolah yang baru ketika tidak di indahkan,” jelasnya. (*)


div>